ROKAN HILIR – Proyek semenisasi lapangan upacara di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, menuai sorotan tajam. Pengerjaan pengecoran fasilitas pendidikan tersebut tetap dipaksakan berjalan meski dalam kondisi diguyur hujan dan halaman sekolah sedang tergenang air.
Secara teknis, melakukan pengecoran saat hujan dan kondisi lahan basah tergenang berpotensi besar menurunkan kualitas serta struktur ketahanan semen. Namun, pihak pelaksana di lapangan terpantau tetap melanjutkan aktivitas pembetonan, yang memicu kekhawatiran dari pihak sekolah dan masyarakat setempat.
Kondisi ini memancing respons negatif dari lingkungan sekitar sekolah. Perwakilan wali murid SDN 003 Bagan Hulu menyayangkan sikap kontraktor yang terkesan asal-asalan demi mengejar target waktu tanpa memikirkan mutu jangka panjang.
"Kami sangat menyayangkan pengerjaan yang dipaksakan saat hujan dan banjir seperti ini. Lapangan ini tempat anak-anak kami beraktivitas dan upacara setiap hari. Kalau mutunya jelek karena semennya bercampur air hujan, baru setahun pasti sudah hancur dan berkerikil. Uang negara jadi sia-sia," ketus salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Senada dengan hal tersebut, warga di sekitar Jalan Perniagaan Ujung Kelurahan Bagan Hulu juga mendesak agar konsultan pengawas tidak menutup mata. Warga menilai pengawasan di lapangan sangat lemah sehingga kontraktor berani melanggar metode kerja yang benar.
Merespons keluhan tersebut, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir menyatakan akan segera turun tangan untuk melakukan pengecekan di lokasi proyek. Pihaknya berjanji akan mengambil tindakan tegas terkait indikasi pelanggaran teknis ini.
"Nanti saya cek dan tindaklanjuti, karena banyak permasalahan di sana. Itu kegiatan Pokir (Pokok Pikiran) Dewan," ujar PPTK Dinas Pendidikan Rohil saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut.
Berdasarkan data papan informasi proyek, kegiatan ini merupakan program pengelolaan pendidikan dasar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir untuk Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) dengan nilai kontrak Rp 185.529.000,00. Proyek dengan masa kerja 60 hari kalender ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Rezeky Utama Jaya dan diawasi oleh konsultan pengawas CV Irvotec Riau Consultant.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas lapangan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan teknis pemaksaan pengecoran di bawah kondisi cuaca buruk tersebut.