RSUI, FKUI, dan Pure Earth Gandeng Tujuh Organisasi Profesi Kesehatan Cegah Pajanan Timbal

Rabu, 21 Oktober 2026 • 22:17:00 WIB
RSUI, FKUI, dan Pure Earth Gandeng Tujuh Organisasi Profesi Kesehatan Cegah Pajanan Timbal
Foto: Kegiatan peringatan International Lead Poisoning Prevention Week 2026 dan peluncuran program dukungan teknis sektor daur ulang aki bekas yang melibatkan RSUI, FKUI, Pure Earth, serta tujuh organisasi profesi kesehatan di Auditorium RSUI, Depok, Selasa (20

DEPOK, MON – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Yayasan Pure Earth Indonesia menggandeng tujuh organisasi profesi kesehatan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian pajanan timbal di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertema “From Detection to Prevention: Bersama Melindungi Indonesia dari Pajanan Timbal” dalam rangka memperingati International Lead Poisoning Prevention Week (ILPPW) 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium RSUI, Depok, Selasa (20/10/2026).

Pajanan timbal masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang kerap tidak disadari. Paparan logam berat tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak serius, mulai dari gangguan tumbuh kembang anak, gangguan kehamilan, penurunan fungsi kognitif, hipertensi, hingga gangguan fungsi ginjal.

Direktur Utama RSUI, dr. Kusuma Januarto, Sp.OG, Subs.Obginsos, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat dari bahaya timbal.

“Sebagai institusi pelayanan kesehatan, RSUI berkomitmen mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat melalui pelayanan medis, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama RSUI, FKUI, Pure Earth, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat pencegahan dan penanganan keracunan timbal secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis bukti ilmiah.

Bahaya Timbal Mengancam Lingkungan dan Tempat Kerja

Salah satu sumber penting pajanan timbal di Indonesia berasal dari aktivitas pengolahan dan daur ulang aki bekas. Apabila tidak dikelola dengan baik, proses tersebut berpotensi melepaskan timbal ke lingkungan dan membahayakan pekerja maupun masyarakat di sekitarnya.

Risiko pajanan bahkan dapat terbawa hingga ke lingkungan rumah melalui debu atau kontaminan yang menempel pada pakaian, alas kaki, dan barang pribadi pekerja. Kondisi ini berpotensi menyebabkan anggota keluarga, termasuk anak-anak dan ibu hamil, ikut terpapar.

Ketua Program Studi Spesialis Kedokteran Okupasi FKUI, Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, M.S., Sp.OK., Ph.D., menekankan pentingnya pengendalian pajanan timbal secara menyeluruh.

Menurutnya, langkah tersebut perlu mencakup penguatan standar pengelolaan limbah, pemantauan risiko kesehatan di lingkungan kerja, serta deteksi dini dampak pajanan terhadap pekerja.

Dukungan kebijakan, standar teknis, dan peningkatan kapasitas tenaga profesional juga diperlukan agar risiko kesehatan dapat diidentifikasi dan dikendalikan sejak dini.

Tujuh Organisasi Profesi Kesehatan Perkuat Pencegahan

Dalam sesi diskusi bertajuk “Hidden in Plain Sight”, tujuh organisasi profesi kesehatan membahas berbagai dampak klinis pajanan timbal yang sering kali tidak dikenali sebagai akibat paparan dari lingkungan maupun pekerjaan.

Ketujuh organisasi tersebut yakni Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSSI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik Indonesia (PERDAFKI).

Melalui perspektif masing-masing bidang keilmuan, para perwakilan organisasi membahas pentingnya kewaspadaan terhadap pajanan timbal pada anak dengan gangguan tumbuh kembang, ibu hamil, pasien dengan gangguan neurologis, penderita hipertensi dan penyakit ginjal, serta pekerja dengan risiko pajanan tinggi.

Kegiatan tersebut juga mengagendakan penandatanganan Seruan Bersama Organisasi Profesi Kesehatan untuk Pencegahan Keracunan Timbal.

Seruan bersama itu mencakup peningkatan kewaspadaan tenaga kesehatan, penelusuran riwayat pajanan lingkungan dan pekerjaan, penguatan deteksi dini serta rujukan, hingga edukasi mengenai pengendalian sumber pajanan.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan pencegahan keracunan timbal ke dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari.

Dorong Industri Daur Ulang Aki Lebih Aman

Selain memperkuat peran tenaga kesehatan, kegiatan ini juga menandai peluncuran program Technical Support to the Government and Formal Industries on ULAB Recycling Sector.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung pemerintah dan industri formal dalam memperkuat pengelolaan risiko pajanan timbal, khususnya pada sektor daur ulang aki bekas atau used lead-acid battery (ULAB).

Melalui program ini, Pure Earth bersama mitra akan memberikan dukungan dalam bentuk kajian kebutuhan, dukungan teknis, serta peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan.

Perwakilan Yayasan Pure Earth Indonesia, Budi Susilorini, menyampaikan bahwa pengurangan pajanan timbal perlu didukung sistem pengelolaan aki bekas yang aman dan ramah lingkungan.

Penguatan kapasitas pemerintah dan industri formal, disertai penerapan regulasi yang tepat, menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko pencemaran dan dampak kesehatan akibat timbal.

Peringatan ILPPW 2026 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari pajanan timbal tidak cukup hanya melalui pemeriksaan dan pengobatan. Upaya pencegahan berkelanjutan perlu dilakukan dengan mengendalikan sumber timbal di lingkungan dan tempat kerja, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memperkuat kerja sama lintas sektor.

Melalui kolaborasi organisasi profesi kesehatan, pemerintah, industri, dan mitra pembangunan, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus melindungi generasi sekarang dan mendatang dari dampak pajanan timbal.(*) 

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita