Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari Tinjau Langsung Kondisi Setu Pengarengan

Kamis, 01 Oktober 2026 • 16:26:00 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari Tinjau Langsung Kondisi Setu Pengarengan
Foto: Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari.

Depok, MON – Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, bersama tim Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok meninjau langsung kondisi Setu Pengarengan, Selasa (29/09/2026) sore.

Upaya mengurangi risiko banjir di wilayah Kecamatan Sukmajaya dan Cimanggis terus dilakukan Pemerintah Kota Depok. salah satunya melalui rencana pembangunan pompa air di Setu Pengarengan, Kecamatan Sukmajaya.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan pompa air yang direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Depok Tahun Anggaran 2026.

“Kita bersama tim dari SDA DPUPR Kota Depok meninjau langsung Situ Pengarengan, yang nantinya akan dibangun di anggaran perubahan APBD tahun anggaran 2026 ini,” kata Yeti, Rabu (30/09/2026).

Menurut Yeti, penanganan banjir di wilayah Sukmajaya dan Cimanggis tidak bisa dilakukan secara parsial. pengendalian aliran air perlu dimulai dari kawasan hulu hingga ke wilayah hilir agar persoalan debit air dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

Di Kecamatan Sukmajaya, sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Taman Duta dan Kompleks Mutiara Depok. sementara di Kecamatan Cimanggis, wilayah terdampak meliputi RW 1 hingga RW 3 serta RW 15 hingga RW 16 Kelurahan Tugu, Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2, hingga RW 5 Perumahan Savana.

“Debit air yang terus bertambah selama ini mengakibatkan banjir di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cimanggis. perlu dilakukan pembenahan mulai dari hulunya di Setu Pengarengan, Kecamatan Sukmajaya, sampai hilirnya di Setu Pedongkelan, Kecamatan Cimanggis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan pompa air di Setu Pengarengan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan debit air, khususnya saat curah hujan tinggi. keberadaan pompa tersebut nantinya diharapkan mampu mempercepat pengaturan dan pengaliran air sehingga potensi genangan di sepanjang aliran dapat ditekan.

Yeti berharap pembangunan pompa air tersebut dapat segera direalisasikan sehingga dapat berfungsi secara optimal ketika memasuki periode curah hujan tinggi.

“InsyaAllah, mudah-mudahan pada saat curah hujan tinggi dimulai di bulan Oktober dan November nanti, pompa air yang dibangun dapat mengurangi debit air,” tandasnya. (Hanny)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita