Ketua KADIN Kota Depok, dr. Karlina, MARS., 'Semangat Pancasila Dalam Kolaborasi Bisnis Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Depok'

Jumat, 02 Oktober 2026 • 10:49:34 WIB
Ketua KADIN Kota Depok, dr. Karlina, MARS., 'Semangat Pancasila Dalam Kolaborasi Bisnis Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Depok'
Foto: Ketua Kadin Kota Depok, dr. Karlina, MARS.

Depok, MON – Ketua KADIN Kota Depok, dr. Karlina, MARS., mengatakan proses pemetaan diawali melalui dialog bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Sekretariat Daerah (Setda) Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Kota Depok.

Dialog itu diarahkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi Depok, mulai dari persoalan yang masih dihadapi hingga potensi yang dapat dikembangkan melalui peran dunia usaha.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Depok mulai membangun peta ekosistem ekonomi daerah berbasis data sebagai pijakan untuk membaca persoalan, mengidentifikasi potensi, dan menemukan ruang yang dapat diperkuat dunia usaha.

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan calon pengurus KADIN Kota Depok periode 2026–2031 dalam menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan Pemerintah Kota Depok.

Upaya tersebut mengemuka dalam agenda silaturahmi dan konsolidasi calon pengurus KADIN Kota Depok periode 2026–2031 bertema “Semangat Pancasila dalam Kolaborasi Bisnis untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Depok.”

“Kami ingin melihat dan mempelajari apa saja yang bisa dibantu oleh KADIN, sehingga harapannya adalah bisnis atau usaha ternak ikan hias ini akan bisa semakin besar dan menarik atau memberi kesempatan tenaga kerja yang lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Kebutuhan pelaku usaha belum langsung ditentukan karena masih menunggu hasil peninjauan lapangan. Permodalan dan teknologi menjadi dua aspek yang kemungkinan dikaji, bersama kebutuhan lain yang ditemukan dari kondisi usaha secara langsung.

Selain ikan dan tanaman hias, hasil dialog dengan pemerintah daerah juga membuka ruang kajian pada sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Berbagai potensi tersebut belum otomatis menjadi program kerja. KADIN masih mengolah data dan informasi yang diperoleh untuk menentukan kegiatan yang paling relevan dengan kebutuhan serta karakter ekonomi Depok.

“Kami masih harus merumuskan kembali kegiatan apa saja yang akan kami pilih berdasarkan dari data dan informasi yang kami miliki bersama tadi Bapperida dan Setda Bidang Ekonomi,” ucapnya.

Meski kepengurusan KADIN Kota Depok periode 2026–2031 belum resmi dilantik, persiapan program telah mulai berjalan. Konsolidasi dilakukan sejak awal karena waktu sangat berharga.

“Ada beberapa rencana kerja yang KADIN sudah susun, sudah mulai dikerjakan, meskipun susunan pengurus ini belum dilantik. Tapi kami bersepakat untuk memulai kegiatan KADIN ini tanpa harus menunggu sampai dilantik dulu,” tegasnya.

Pemetaan tersebut pada akhirnya diarahkan untuk menemukan titik temu antara kebutuhan pembangunan daerah dan kapasitas dunia usaha. Data yang dihimpun menjadi dasar untuk menyaring persoalan, mengembangkan potensi, serta menentukan ruang kolaborasi yang dapat menghasilkan program konkret.

Dengan pendekatan itu, KADIN tidak sekadar menyusun daftar kegiatan, tetapi berupaya menempatkan program kerja berdasarkan kondisi riil ekonomi Depok dan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin program kerja KADIN ke depan mampu menjadi bagian dari solusi ekonomi Depok, membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok untuk mendorong Depok yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkas Karlina. (Hanny)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita