"Lebaran Depok 2026" Tokoh Masyarakat Berharap Tradisi Betawi Depok Tetap Terjaga

Selasa, 05 Mei 2026 • 17:53:13 WIB
Foto: Wali Kota Depok membuka kegiatan tradisi “ngubek empang” dalam rangkaian Lebaran Depok 2026 yang diikuti masyarakat di sejumlah wilayah sebagai bentuk pelestarian budaya Betawi Depok dan penguatan nilai kebersamaan.

Depok, MON – Lebaran Depok adalah perayaan budaya tahunan yang dirangkaikan dengan HUT Kota Depok untuk melestarikan tradisi Betawi Depok, bertujuan untuk mempererat silaturahmi warga, serta meningkatkan UMKM. Rangkaian acara ini diisi dengan tradisi khas seperti ngubek empang (menguras kolam ikan), rantangan (berbagi makanan), serta pentas seni budaya.

Lebaran Depok 2026, tradisi khas Betawi Depok, dengan rangkaian kegiatan tersebut menjadi perhatian warga, diantaranya ngubek empang yang digelar serentak di tiga wilayah, antaralain Pengasinan Sawangan, Cipayung, serta Tapos berlangsung, Selasa (5/5/2026), dan kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Depok, Supian Suri.

Dalam sambutannya Walikota Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari panitia, sponsor, perangkat daerah, hingga komunitas Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD).

“Saya berterima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang mensupport kegiatan ini, termasuk teman-teman KOOD yang terus berkomitmen mewujudkan Depok menjadi rumah kita,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, tema Lebaran Depok tahun ini adalah “Depok Rumah Kita”, yang mencerminkan semangat kebersamaan seluruh warga tanpa memandang asal-usul. “Siapapun kita yang tinggal di Depok, kita berharap semuanya merasakan kenyamanan sebagaimana rumah sendiri. Siapapun masyarakat yang mungkin bukan asli orang Depok tapi Depok adalah udah jadi rumah kita semua,” ucap Supian Suri.

Supian Suri menambahkan, salah satu cara merawat kota adalah dengan menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah menjadi identitas masyarakat Depok. "Ngubek Empang bukan sekadar kegiatan menangkap ikan, melainkan memiliki makna yang lebih dalam. Jadi, bukan soal siapa yang dapat ikan banyak atau tidak. Yang utama adalah kebersamaan, gotong royong, silaturahmi, dan kegembiraan,” imbuh orang nomor satu di Kota Depok itu.

Tradisi kebersamaan yang telah diwariskan sejak zaman para pendahulu kembali terasa kuat, menjadi simbol eratnya nilai gotong royong dan kekeluargaan di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah, dengan rasa syukur atas semaraknya kegiatan tersebut, tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata menjaga warisan budaya. Jadi, ini adalah bagian dari merawat tradisi pendahulu kita, tradisi gotong royong dan kekeluargaan, sehingga kebutuhan Lebaran bisa dipenuhi bersama-sama,” ujar Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, sapaan akrabnya Ades, kepada pewarta, Selasa (5/5/2026), usai menghadiri Lebaran Depok, di wilayah Tapos Depok, Jawa Barat.

Dengan nilai kebersamaan seperti ini harus terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman, karena menjadi fondasi kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Depok," tambah Ades.

Ditempat yang sama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna menyampaikan, bahwa tradisi yang hidup di Depok telah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum generasi saat ini terjun ke dunia politik.

“Nah'inilah kumpulan orang-orang Depok yang sudah digagas sejak zaman kakek kita dulu, dan sekarang terlihat bahwa ini bukan hanya milik orang Depok saja, karena masyarakatnya sudah multikultural,” ungkap Pradi.

Ia menyebutkan, bahwa dengan keberagaman budaya di Depok menjadi kekuatan tersendiri. hal tersebut akan semakin terlihat dalam agenda pekan budaya, di mana berbagai unsur budaya dari berbagai daerah akan ditampilkan.

"Yang nantinya, dalam pekan budaya semua warna budaya akan tampil, baik Jawa, Sunda, maupun dari Sumatera. Inilah keragaman yang kita miliki dan harus terus kita pertahankan,” ucap Pradi.

Pradi menambahkan, meskipun generasi akan terus berganti, budaya harus tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. "Artinya, perayaan Lebaran di Depok tahun ini tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan merawat keberagaman sebagai identitas kota," pungkas mantan wakil walikota Depok periode 2014- 2019 itu.(*) 

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita