RSUI Ajak Anak Muda Kini Kenali Penyebab dan Pencegahannya Rentan Penyakit Ginjal

Jumat, 13 Maret 2026 • 16:30:33 WIB
RSUI Ajak Anak Muda Kini Kenali Penyebab dan Pencegahannya Rentan Penyakit Ginjal
Foto: Dokter RSUI dr. Anindia Larasati menjelaskan penyebab serta pencegahan penyakit ginjal pada usia muda.

Depok, MON – Kasus penyakit ginjal pada usia muda kini semakin sering ditemukan. Jika sebelumnya gangguan ginjal lebih banyak dialami oleh kelompok usia lanjut, saat ini tidak sedikit pasien berusia 20–40 tahun yang telah mengalami penurunan fungsi ginjal, bahkan memerlukan terapi cuci darah. Seiring dengan peringatan Hari Ginjal Sedunia, Rumah Sakit Universitas Indonesia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal melalui penjelasan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Anindia Larasati, Sp.PD. Beliau menjelaskan kondisi ini berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup serta meningkatnya penyakit tidak menular pada usia produktif. Jumat (13/03/2026)

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama lebih dari tiga bulan. Pada tahap awal, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak pasien tidak menyadarinya. Menurut Centers for Disease Control and Prevention dan National Kidney Foundation, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, munculnya pembengkakan pada kaki atau wajah, perubahan warna atau jumlah urin, peningkatan tekanan darah, serta mual yang disertai penurunan nafsu makan.

Ginjal memiliki peran penting dalam tubuh, mulai dari menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, hingga membantu mengontrol tekanan darah.

“Ketika fungsi ginjal menurun, racun dalam tubuh dapat menumpuk dan memicu berbagai komplikasi kesehatan. Kondisi ini sering kali tidak disadari pada tahap awal karena gejalanya sangat minimal, , pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini,” jelas dr. Anindia.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) penyebab utama penyakit ginjal kronis disebabkan oleh diabetes dan hipertensi yang di dapat di usia muda. Selaras dengan yang disampaikan oleh International Diabetes Federation (IDF), kasus diabetes pada usia produktif mengalami peningkatan, hal ini juga mempengaruhi meningkatnya kasus penyakit ginjal.

Sementara pengaruh hipertensi terhadap penyakit ginjal terjadi akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang yang menyebabkan pembuluh darah kecil di ginjal menjadi rusak. Tak hanya itu, gaya hidup seperti penggunaan obat antiinflamasi atau suplemen tanpa pengawasan Dokter dalam jangka panjang juga turut meningkatkan risiko gangguan ginjal.

Pencegahan penyakit ginjal sejak usia muda dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin memeriksa tekanan darah dan gula darah, menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi garam dan gula, mencukupi kebutuhan cairan, tidak merokok, serta menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis, sebagaimana direkomendasikan oleh World Health Organization, Centers for Disease Control and Prevention, dan National Kidney Foundation.

Apabila tidak ditangani sejak dini, penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal tahap akhir yang memerlukan terapi seperti hemodialisis, dialisis peritoneal, atau transplantasi ginjal.

RSUI menyediakan layanan skrining dan penanganan masalah kesehatan ginjal secara komprehensif guna membantu masyarakat melakukan deteksi dini serta memperoleh penanganan yang tepat. RSUI berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan dengan mengedepankan standar keselamatan pasien serta pelayanan medis yang berkualitas.(Hanny)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita