Depok, MON – Perhelatan Lebaran Depok 2026 hadir dengan konsep yang lebih merata dan inklusif. Tahun ini, kegiatan tradisi budaya tersebut digelar di tiga titik berbeda, yakni wilayah timur, tengah, dan barat Kota Depok, Selasa (05/05/2026).
Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, H. Hamzah, menjelaskan bahwa pembagian lokasi ini bertujuan agar masyarakat dapat merasakan kemeriahan secara lebih luas tanpa terpusat di satu titik seperti tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu hanya di satu titik, sekarang kita bagi tiga, yaitu di Tapos untuk wilayah timur, Cipayung untuk wilayah tengah, dan Sawangan untuk wilayah barat. Ini supaya masyarakat bisa terbagi dan semua bisa merasakan kemeriahan Lebaran Depok,” ujarnya.
Hamzah merinci, wilayah timur mencakup Kecamatan Tapos, Cimanggis, Sukmajaya, dan Cilodong. sementara wilayah tengah meliputi Pancoranmas, Cipayung, dan Beji. Adapun wilayah barat meliputi Sawangan, Bojongsari, dan Limo, Cinere.
Salah satu agenda utama dalam pembukaan Lebaran Depok adalah tradisi “ngubek empang” dan “ngaduk dodol” yang sarat nilai kebersamaan. untuk kegiatan ngubek empang, panitia menyiapkan total 6 ton ikan yang ditebar di tiga lokasi, masing-masing sebanyak 2 ton.
“Jenis ikan yang ditebar beragam, mulai dari ikan mas, bawal, mujair hingga gabus. Ini berasal dari partisipasi panitia, sponsor, dan berbagai pihak termasuk para dewan,” jelas Hamzah.
Legislator Fraksi Gerindra, H. Hamzah menambahkan, selama rangkaian Lebaran Depok 2026, pihaknya menargetkan lebih dari 50 ribu pengunjung. puncak acara direncanakan berlangsung di kawasan Alun-Alun Grand Depok City (GDC).
Sementara itu di tempat yang sama, Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga menjelaskan makna tema yang diangkat tahun ini, yakni “Lebaran Depok Rumah Kita”.
“Tema ini mengandung makna bahwa siapapun yang tinggal di Depok harus merasakan kota ini sebagai rumah sendiri. meski bukan warga asli, depok adalah rumah kita bersama,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi inti dari perayaan Lebaran Depok. tradisi seperti ngubek empang dan ngaduk dodol bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol persatuan dan kegembiraan masyarakat.
“Ini bukan soal siapa yang dapat ikan banyak atau sedikit, tapi bagaimana kebersamaan, silaturahmi, dan kegembiraan itu tercipta. Itu yang paling penting bagi kita semua,” tandasnya.
Dengan konsep penyebaran lokasi dan semangat kebersamaan yang diusung, Lebaran Depok 2026 diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat di Kota Depok.(Hanny)