Depok, MON – Kinerja aparatur sipil negara (ASN) kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang staf di lingkungan DPRD Kota Depok berinisial DY menjadi perbincangan hangat di internal pemerintahan akibat sejumlah dugaan pelanggaran serius yang mencoreng nama institusi.
DY disebut sebut jarang masuk kantor tanpa alasan yang jelas, memicu keresahan di kalangan ASN lainnya. sikap indisipliner tersebut dinilai mencederai profesionalisme dan tanggung jawab sebagai abdi negara.
Tak hanya soal kedisiplinan, DY juga diduga memiliki keterkaitan dengan pinjaman online (pinjol) yang menambah daftar persoalan pribadi yang berdampak pada citra ASN. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di lingkungan kerja terkait integritas dan kredibilitas yang bersangkutan.
Lebih jauh, isu yang beredar juga menyebutkan adanya dugaan skandal perselingkuhan dengan sesama ASN yang terjadi di area parkiran salah satu rumah sakit swasta di Kota Depok beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut dinilai mencoreng marwah ASN sebagai panutan masyarakat.
Belum berhenti di situ, DY juga dilaporkan memiliki persoalan utang piutang berupa emas kepada salah satu ASN di dinas lain. hingga kini, kewajiban tersebut disebut belum diselesaikan, meski sebelumnya dijanjikan akan dikembalikan.
Rangkaian dugaan ini memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan ASN, yang menilai perilaku tersebut sudah jauh dari nilai-nilai etika dan sumpah jabatan sebagai aparatur negara.
“Ini bukan sekadar persoalan pribadi. Ketika sudah berdampak pada lingkungan kerja dan nama baik institusi, harus ada tindakan tegas,” ujar salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya. Selasa (05/05/2026).
Badan kepegawaian dan pengembaan SDM (BKPSDM) Kota Depok pun didesak untuk segera turun tangan. evaluasi menyeluruh hingga pemberian sanksi dinilai perlu dilakukan guna menjaga disiplin dan wibawa ASN di mata publik.
Jika terbukti melanggar, DY berpotensi dikenakan sanksi sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku, mulai dari teguran hingga sanksi berat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa integritas ASN bukan hanya soal kinerja di meja kerja, tetapi juga mencakup perilaku dan tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari.(Hanny)