Dinkes Pasuruan Galakkan PKG, Deteksi Dini untuk Tekan Anggaran Pengobatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Kandangsapi, Kab.Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Firnas/MON

Puskesmas Kandangsapi, Kab.Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Firnas/MON

Pasuruan, MON — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, Jawa Timur, terus menggencarkan sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Program yang menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif ini dinilai krusial untuk membentuk generasi emas sekaligus menghemat anggaran negara yang kerap habis untuk membiayai pengobatan.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Ahmad Shohib, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Pasuruan, dalam sebuah dialog interaktif, Rabu (29/10/2025). Menurutnya, pola pikir masyarakat yang masih sering mengabaikan deteksi dini perlu diubah.

“Banyak yang takut untuk periksa. Mereka sudah kebayang-bayang yang tidak-tidak. Padahal, justru dengan pemeriksaan kita bisa mendeteksi dini,” ujar Shohib, menanggapi kekhawatiran masyarakat yang enggan memeriksakan kesehatannya.

Ia menekankan bahwa paradigma pemerintah kini telah bergeser dari sekadar membiayai pengobatan ke investasi dalam pencegahan. “Uang akan habis hanya untuk membiayai orang sakit. Pengobatan ya, melakukan pengobatannya. Salah satu bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah tidak merokok. Cukai rokok hanya berapa, tapi untuk mengatasi masalah kesehatan di rumah sakit, waduh, harta berapapun akan habis,” tegasnya.

PKG: Investasi Kesehatan yang Komprehensif

Shohib memaparkan, PKG adalah wujud nyata kepedulian negara terhadap warganya. Pemeriksaan yang jika dinilai secara komersial bisa mencapai Rp 1,9 hingga 2 juta per orang ini, kini dapat diakses secara gratis di seluruh Puskesmas.

Baca Juga :  Gaung Batu Art Flower Carnival Masih Terasa: Pesona Mobil Hias Bunga Asli Menjadi Sorotan

“Negara tuh udah cinta banget sama warganya. Ulang tahun dikasih kado, kadonya PKG. Sekarang gak harus ulang tahun, dibuka untuk semua setiap saat, setahun sekali,” jelasnya.

Pendaftaran PKG dapat dilakukan dengan tiga cara: mengunduh aplikasi SSM di Playstore, melalui WhatsApp dengan kata kunci KADU, atau datang langsung ke Puskesmas bagi lansia atau yang tidak memiliki gawai.

Sasaran Pemeriksaan dari Bayi hingga Lansia

PKG menyasar semua lapisan usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan:

Bayi Baru Lahir (2 Hari): Skrining hipotiroid kongenital (SHK), gangguan sel darah merah (seperti thalassemia), kekurangan hormon adrenal, dan jantung bawaan untuk mencegah stunting.

Balita (2 Tahun): Pemeriksaan thalassemia dan gula darah, serta tumbuh kembang (DDTK).

Anak Sekolah & Remaja: Menjadi penyumbang terbesar capaian PKG Kota Pasuruan saat ini.

Dewasa Wanita (≥28 Tahun): Pemeriksaan IVA test dan SADANIS (kanker leher rahim dan payudara).

Dewasa Pria (≥45 Tahun): Skrining kanker paru, terutama bagi perokok.

Baca Juga :  Sayembara Cari Orang Hilang, Pulanglah Ali...

Lansia (≥60 Tahun): Skrining kanker prostat dan usus.

Calon Pengantin (Catin): Pemeriksaan untuk mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis.

Tingkat Partisipasi dan Tantangan

Shohib mengungkapkan capaian partisipasi PKG di Kota Pasuruan hingga akhir Oktober 2025 telah mencapai 35,5%, sangat dekat dengan target tahunan sebesar 36%. Namun, partisipasi ini masih didominasi oleh anak sekolah dan remaja.

“Untuk CKG bayi target kita 65%, baru tercapai 48,3%. Untuk dewasa, targetnya 35% baru tercapai 27,7%. Sementara lansia, target 50% baru 32,99%,” rincinya.

Tantangan terbesar, menurut Shohib, adalah membangun kemauan masyarakat. “Mengajak datang ke Posyandu saja sulit, makanya diajak ke Puskesmas. Yang diinginkan pemerintah hanya satu: kemauan untuk periksa,” ajaknya.

Ia mengingatkan, kejujuran dalam mengisi survei skrining awal sangat penting. “Kalau bohong, sama aja bohong. Percuma. Kalau nanti hasilnya jelek, kembalinya ke kita lagi.” ujarnya.

Dengan mendeteksi risiko penyakit sedini mungkin, masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama mencegah beban biaya pengobatan yang lebih besar di masa depan. “Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati,” pungkas Shohib mengingatkan. (*)

Laporan: Firnas Muttaqin

Editor: Ifan Ar Uzan

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI AL Kodaeral IV Batam Peringati Hari Dharma Samudera 2026
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong
Peringatan Isra Miraj di Desa Wanakerta Berlangsung Khidmat, Tausiah Buya Cep Jamhur Sentuh Hati, Ajis Gagap Hibur Jamaah
Nala Festival 2025: Konser Amal dan Solidaritas untuk Sumatera
Karang Taruna RT 33 Sikunir, Wadah Pemuda untuk Kemajuan Desa
BRI Cabang Cikampek Buka Peluang Karier Lewat Program Campus Hiring 2025
Mahasiswa Program Studi Akuntansi UMRI Gelar Sosialisasi Generasi Muda Tanpa Bullying di SMPN 29 Pekanbaru
AI Jadi Senjata Andalan UKM Surabaya Naik Kelas, Digital Creative Entrepreneur (DCE) Gelar Pelatihan Intensif
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:14 WIB

TNI AL Kodaeral IV Batam Peringati Hari Dharma Samudera 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:00 WIB

Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:40 WIB

Peringatan Isra Miraj di Desa Wanakerta Berlangsung Khidmat, Tausiah Buya Cep Jamhur Sentuh Hati, Ajis Gagap Hibur Jamaah

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:22 WIB

Nala Festival 2025: Konser Amal dan Solidaritas untuk Sumatera

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:15 WIB

Karang Taruna RT 33 Sikunir, Wadah Pemuda untuk Kemajuan Desa

Berita Terbaru

Ahmad Muzani, Ketua MPR-RI bersama Ketum PWI Pusat Akhmad Munir. Foto: Ist/MON

Nasional

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:47 WIB

Misa Ekaristi Awal Tahun di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Foto: Ist/MON

Religi

Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Gunung Padang

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:40 WIB