Bangunan Liar Sepanjang Kali Ditertibkan DLH Kabupaten Bekasi

Senin, 03 November 2025 • 12:16:50 WIB
Bangunan Liar Sepanjang Kali Ditertibkan DLH Kabupaten Bekasi
Foto: Foto penertiban dan penataan wilayah sepanjang bantaran kali di wilayah Kelurahan Setia Asih, Kabupaten Bekasi.

Kabupaten Bekasi, MON – Masih maraknya lahan bekas bangunan liar di sepanjang bantaran kali di Kabupaten Bekasi tak akan dibiarkan menjadi kumuh dan berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah baru.

Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana mengubahnya menjadi kawasan hijau produktif, dengan menggandeng pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait mengatakan langkah ini diambil karena program penghijauan belum tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Meski begitu, ia menegaskan pemulihan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) tetap harus berjalan.

“Kami upayakan untuk mengembalikan fungsinya sebagai resapan tapi produktif. Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP sesaat setelah pembongkaran, agar lahan bekas bangunan liar bisa langsung dikelola.” ujar Donny, Senin (3/11).

Tidak melulu dengan anggaran pemerintah, DLH memilih menggandeng swasta melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Dalam model ini, pihak perusahaan menyediakan dana atau bibit, sementara dinas dan komunitas lokal membantu menanam dan merawat.

“Ketika ditawarkan ke perusahaan, ternyata mereka antusias. Ini yang kami manfaatkan,” kata Donny.

Program serupa sebenarnya sudah dijalankan di beberapa desa di Kecamatan Tambun Selatan. Tuturbya, bantaran sungai disulap menjadi lahan produktif berisi tanaman sayur dan buah. Warga ikut menanam dan memanen, lalu memanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan rumah tangga.

“Polanya dari CSR juga. Kami ingin penghijauan ini bukan sekadar seremonial, tapi produktif. Pohon menyerap karbon, tapi juga memberi hasil,” ujar Donny.

Selain bernilai ekonomi, program ini sekaligus berfungsi ekologis. Bibit tanaman dipilih berdasarkan karakter tanah di sepanjang bantaran sungai agar akarnya mampu mengikat tanah dan mencegah longsor. DLH berencana menanam pohon buah seperti mangga dan jambu, serta tanaman keras untuk memperkuat tebing sungai.

“Kalau sudah hijau, orang enggak akan seenaknya lagi mendirikan bangunan liar di situ,” tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita