Janji BAGUNA PDI Perjuangan Kota Depok: Siap Bergerak, Siap Membantu, Siap Melayani

Jumat, 21 Agustus 2026 • 19:12:52 WIB
Janji BAGUNA PDI Perjuangan Kota Depok:  Siap Bergerak, Siap Membantu, Siap Melayani
Foto: BAGUNA PDI Perjuangan Kota Depok menyerahkan santunan dan bantuan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan sosial.

Depok, MON – Ketika bencana terjadi, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada evakuasi. Makanan, air, tempat berlindung, dan dukungan dasar lainnya harus tersedia dalam waktu singkat. Karena itu, kemampuan menyiapkan sekaligus menyalurkan bantuan perlu dibangun jauh sebelum keadaan darurat terjadi.

Prinsip tersebut menjadi dasar Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Kota Depok menggelar Latihan Dasar (Latsar) Dapur Umum pada 14–15 Agustus 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas personel sekaligus menguji alur kerja dapur umum melalui simulasi penanganan bencana di wilayah perkotaan.

Kepala BAGUNA Kota Depok, Citra Berliana Putri, mengatakan kesiapsiagaan tidak cukup dibangun melalui teori, tetapi harus dipelihara melalui latihan yang terukur dan berkelanjutan.


“Kami ingin memastikan BAGUNA tidak hanya siap secara personel, tetapi juga siap bergerak dan memberikan manfaat nyata ketika masyarakat membutuhkan,” kata Citra.

Dalam latihan tersebut, personel mempraktikkan berbagai tahapan pengelolaan dapur umum, mulai dari persiapan bahan pangan, pengolahan makanan, pembagian tugas hingga distribusi. Dari rangkaian praktik itu, sebanyak 500 kotak makanan berhasil diproduksi dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan serta masyarakat yang terdampak situasi bencana.

Simulasi tersebut menunjukkan bahwa dapur umum merupakan bagian penting dalam sistem respons bencana. Operasionalnya tidak hanya bergantung pada kemampuan memasak, tetapi juga pada pengelolaan logistik, kebersihan pangan, ketepatan waktu, pembagian pekerjaan, serta mekanisme distribusi yang tertib.

“Setiap tahapan harus dipahami. Kita tidak hanya berbicara tentang memasak, tetapi bagaimana seluruh proses dari bahan sampai distribusi dapat berjalan dengan baik,” ujar Citra.

Dari sisi kesiapsiagaan, latihan juga menjadi sarana untuk menguji koordinasi personel. Dalam kondisi darurat, keterbatasan waktu dan sumber daya dapat memperbesar risiko kesalahan. Melalui simulasi, berbagai kendala dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum kemampuan tersebut benar-benar dibutuhkan di lapangan.

“Latsar bukan sekadar latihan, tetapi bagian dari upaya membangun kesiapan personel agar mampu bekerja cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat,” tegasnya.

Kesiapan itu tidak hanya diukur dari keterampilan individu. Kemampuan bekerja sebagai tim, memahami pembagian tugas, mengelola logistik, menjaga komunikasi, serta mengikuti alur koordinasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari respons kebencanaan.

“Dalam keadaan darurat, tidak boleh ada pekerjaan yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terhubung agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat,” ucapnya.

Selain penguatan kapasitas kebencanaan, rangkaian kegiatan diisi santunan kepada anak yatim dan ramah tamah. Hidangan dalam kegiatan tersebut juga dipersiapkan langsung oleh Tim BAGUNA. Unsur sosial ini menjadi bagian dari penguatan nilai kemanusiaan yang berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan teknis.


“Kami ingin keterampilan yang dilatih tidak berhenti sebagai kemampuan teknis. Semuanya harus bermuara pada kepedulian dan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Pada penutupan Latsar, hadir Sekretaris BAGUNA Kota Depok Fabian GP dan Bendahara BAGUNA Kota Depok Christian Viktor M. Sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, serta undangan turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.


BAGUNA PDI Perjuangan Kota Depok menempatkan latihan sebagai proses berkelanjutan. Evaluasi dari setiap simulasi diperlukan untuk memperbaiki prosedur, memperkuat koordinasi, serta memastikan kapasitas personel tetap terjaga dan siap digunakan sewaktu-waktu.

“Bencana tidak memilih waktu. Karena itu, kesiapan juga tidak boleh menunggu momentum. Kita harus membangun kemampuan ketika keadaan masih normal,” jelasnya.

Dalam momentum kemerdekaan, kesiapsiagaan menjadi bentuk pengabdian yang memiliki konsekuensi nyata. Masyarakat terdampak bencana membutuhkan bantuan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terorganisasi, aman, dan sesuai kebutuhan.

Menutup pernyataannya, Citra menegaskan komitmen BAGUNA PDI Perjuangan Kota Depok melalui pesan Siap Bergerak, Siap Membantu, Siap Melayani.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar kemampuan untuk hadir saat bencana terjadi, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan, bekerja secara terkoordinasi, mengelola sumber daya, dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Merdeka untuk Rakyat, Siaga untuk Kemanusiaan,” tutupnya.(Hanny)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita