Ratusan Muslimah Padati Masjid Raya Bogor, KH. Abdullah Nawawi: Wanita Shalihah adalah Pilar Keluarga Sakinah dan Penentu Generasi Qur'ani

Jumat, 07 Agustus 2026 • 22:22:00 WIB
Ratusan Muslimah Padati Masjid Raya Bogor, KH. Abdullah Nawawi: Wanita Shalihah adalah Pilar Keluarga Sakinah dan Penentu Generasi Qur'ani
Foto: KH. Abdullah Nawawi, MDz., Ketua PC JATMA ASWAJA Kabupaten Bogor.

Bogor, MON – Ratusan jamaah muslimah dari Kota dan Kabupaten Bogor serta berbagai daerah sekitarnya memadati Masjid Raya Bogor, Jalan Raya Pajajaran, Jumat (7/8/2026), untuk mengikuti kajian umum yang diselenggarakan oleh PC JATMA ASWAJA Kabupaten Bogor.

Kajian yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menghadirkan Ketua PC JATMA ASWAJA Kabupaten Bogor, KH. Abdullah Nawawi, MDz, dengan tema "Wanita Shalihah Pilar Keluarga Sakinah & Penentu Lahirnya Generasi Qur'ani."

Dalam tausiyahnya, KH. Abdullah Nawawi menegaskan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak ditentukan oleh banyaknya harta maupun tingginya jabatan, melainkan oleh keimanan, akhlak, kasih sayang, dan tanggung jawab antara suami dan istri.

"Rumah tangga yang sakinah bukan dibangun oleh kemewahan, bukan pula oleh tingginya jabatan ataupun banyaknya harta. Rumah tangga yang sakinah dibangun oleh keimanan, kasih sayang, akhlak yang mulia, dan saling menjaga amanah di antara suami dan istri," tutur KH. Abdullah Nawawi di hadapan para jamaah.

Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 21, beliau menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenangan serta menjadikan rasa cinta dan kasih sayang sebagai fondasi kehidupan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengibaratkan istri sebagai "jantung rumah tangga" yang menentukan suasana dalam keluarga.

"Apabila hati seorang istri dipenuhi iman, kebahagiaan, kasih sayang, dan rasa dihargai, maka rumah akan dipenuhi ketenangan, doa, serta keberkahan. Sebaliknya, jika seorang istri terus disakiti dan tidak dihormati, maka kehangatan dalam rumah tangga akan memudar," jelasnya.

Menurut beliau, wanita shalihah bukan hanya memiliki kecantikan fisik, tetapi juga kecantikan akhlak, kekuatan iman, kelembutan tutur kata, serta kemampuan menjaga kehormatan dirinya.

KH. Abdullah Nawawi juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan sebagai salah satu cerminan kualitas iman seorang muslimah.

"Biasakan lisan menjauh dari ghibah, hinaan, celaan, dan ucapan yang menyakiti orang lain. Lisan adalah cerminan hati. Bila hati dipenuhi iman, maka kata-kata yang keluar pun akan menjadi penyejuk bagi keluarga dan lingkungan," pesannya.

Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa seorang ibu memiliki peran yang sangat strategis dalam melahirkan generasi Qur'ani karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.

"Pendidikan yang paling kuat bukan dimulai di sekolah, tetapi dari pangkuan seorang ibu yang menjaga shalatnya, menjaga lisannya, membiasakan membaca Al-Qur'an, serta memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Dalam kajian tersebut, KH. Abdullah Nawawi juga menyampaikan beberapa kiat menjadi wanita shalihah, di antaranya memperbanyak doa dan dzikir, menjaga shalat lima waktu, membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari, menghormati suami dan berbakti kepada orang tua, menjaga akhlak dan lisan, serta mendidik anak melalui keteladanan.

Kajian berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme. Para jamaah tampak menyimak setiap materi yang disampaikan hingga acara berakhir.

Menutup tausiyahnya, KH. Abdullah Nawawi mengajak seluruh muslimah untuk terus memperbaiki diri agar menjadi perempuan yang diridhai Allah SWT.

"Marilah kita menjadi wanita-wanita shalihah yang menjadi penyejuk hati bagi suami, pendidik bagi generasi Qur'ani, serta menjadi sebab hadirnya keberkahan dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk penghuni surga-Nya," pungkasnya.(BBG)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita