INHU, MON – Masa peremajaan tanaman kelapa sawit petani plasma menjelang. Ksusunya di wilayah kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri hulu (Inhu) setelah hampir 30 tahun berlalu petani telah menikmati hasil bumi yang satu ini dibawah kemitraan PT. Mega Nusa Inti Sawit (MNIS) sebagai "Bapak Angkat".
Persiapan tersebut juga saat ini tengah di hadapi oleh masyarakat desa Bukit Lipai sebagai anggota petani plasma kelapa sawit. Hingga demikian, proses awal untuk merencanakan peremajaan tanaman (replanting) pun dibahas dalam musyawarah besar keanggotaan petani plasma di bawah naungan Koprasi Unit Desa (KUD) Rahayu Makmur.
Nampak hadir dalam rapat PJ kepala desa Bukit Lipai, Pestaria,A.Md.Keb yang duduk agak berdampingan dengan kepala desa nonaktif, Indro Suryo Wibowo,S.Sos menunjukan keakraban. Kemudian ketua Badan Permusyawaratan desa Bukit Lipai, Nasrudin SE dan segenap ketua Kelompok Tani (KT) yang berjumlah lebih kurang 20 orang.
Hadir Badan Pengawas koprasi yang biasa di sebut sebagai BP, koprasi Imron Efendi. Selain itu juga nampak hadir Menager PT. MNIS, Burhanuddin. Kehadiran para tamu undangan rapat tersebut disambut hangat oleh ketua KUD Rahayu Makmur, Waljanto bersama segenap pengurus Koprasi.
Terdengar berbagai sambutan diantaranya sambutan PJ kepala desa, Ketua KUD terkait, Badan Pengawas Koprasi, BPD, dan sambutan Menager PT. MNIS sebagai bapaknya kemitraan kebun plasma masyarakat desa Bukit Lipai.
PJ kades, Pestaria,A.Md.Keb dalam sambutan berharap bahwa kesejahteraan masyarakatlah yang menjadi tujuan dan harapannya. Hingga demikian PJ yang satu ini berpesan agar petani kompak menentukan sikap dan bersatu dalam memproses keputusan rapat.
" Hanya kesejahteraan bagi warga kita yang menjadi buah fikiran saya dan saya berharap demi mempermudah jalannya rencana maka kita semua hendaknya bersatu dalam menentukan sikap untuk memperoleh keputusan yang bulat " paparnya.
Meskipun tetap menunjukan sikap independen dan netral, Ketua KUD Rahayu Makmur, Waljanto dalam sambutannya juga mengatakan jika masa replanting tanaman kelapa sawit petani desa Bukit Lipai memang sudah masanya harus dibahas.
Waljanto berpesan, tak lari dari tujuan intinya yakni tercetusnya replanting sesuai harapan masyarakat. Ketua KUD yang dikenal dengan panggilan Janto ini juga menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran peserta rapat yang datang sesuai undangan yang pihaknya buat.
Waljanto meminta rapat berjalan dengan baik, disertai ide ide yang lahir dari buah fikiran peserta rapat secara bebas namun tetap dalam koridor dan tema dalam rapat. Waljanto berpesan jika nanti dalam rapat berhasil menemukan keputusan bulat makas mau tidak mau semuanya harus bergerak kompak membangun masa depan tanaman kelapa sawit masyarakat.
" Yang perlu kita lakukan adalah semangat dan kompak membangun masa depan tanaman kita. Tentu hal hal baik sudah kita godok dalam proses rapat ini nanti " pintanya tegas.
Tiba lah acara inti yakni pemaparan sambutan pihak kemitraan dari PT. MNIS melalui penyampaian Burhanuddin selaku utusan perusahaan kemitraan petani selama ini.
Dalam sambutan Burhanuddin menyampaikan perencanaan replanting hendaknya dikaji seksama dengan persiapan matang. Burhan menjelaskan jika untuk melanjutkan kerjasama pola plasma kemitraan bersama PT. MNIS maka petani hendaknya melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebagai calon anggota petani plasma kemitraan bersama PT.MNIS.
Burhan melanjutkan pendaftaran yang dimaksud itu dilakukan sebagai data perusahaan yang akan segera diproses masuk sebagai anggota resmi petani plasma yang masih bergabung kepada pihaknya.
Burhan meyakinkan,jika beberapa koprasi di bawah naungannya khususnya di wilayah Kecamatan Batang Cenaku sudah mulai mendaftarkan diri. Beberapa koprasi yang dimaksud adalah Koprasi desa Bukit Indah, Koprasi Desa Kuala Gading dan koprasi desa Bukit Lingkar.
Kendati belum valid namun Burhan menerangkan bahwa nama nama koprasi petani tersebut dijamin bakalan bergabung dalam waktu dekat ini, sebab menurutnya saat ini juga pihaknya telah menyusun agenda kesepakatan petani yang melibatkan pihaknya sebagai narasumber utama dalam rapat rapat besar pembahasan soal peremajaan tanaman kelapa sawitnya.
Hingga berita ini di naikan rapat masih berjalan. Sepertinya akan menelan waktu lama hingga rapat itu selesai. Pasalnya, selain menjadi masalah atau hal paling penting buat masyarakat, persoalan ini juga memerlukan kajian dan perhitungan perhitungan detail terkait angka angka persiapan petani menghadapi replanting.(*)