Keluarga Soeharto Hormati Pro-Kontra Gelar Pahlawan: Yang Penting Jaga Persatuan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto, yang diterima oleh putri sulungnya Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto selaku ahli waris, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Tangkapan layar - ANTARA/Fathur Rochman)

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto, yang diterima oleh putri sulungnya Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto selaku ahli waris, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Tangkapan layar - ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta, MON – Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto. Pemberian gelar tersebut menimbulkan beragam reaksi di masyarakat. Namun, pihak keluarga menyatakan bahwa pro dan kontra merupakan hal yang wajar di negara demokrasi seperti Indonesia.

Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Keluarga yang hadir mewakili penerimaan gelar antara lain Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto), Bambang Trihatmodjo, dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

Setelah acara, suasana haru tampak ketika Titiek bersama putranya Didit Hediprasetyo menghampiri Bambang dan Tutut untuk bersalaman dan berpelukan. Mereka tampak terharu setelah Soeharto resmi mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Baca Juga :  Kemenag dan Kemenbud Gelar Santri Film Festival 2025, Pendaftaran Dibuka 10 November

“Masyarakat Indonesia itu kan macam-macam ya, ada yang pro ada yang kontra, itu wajar-wajar saja,” ujar Tutut Soeharto di Istana Negara.

Tutut mengajak semua pihak melihat sisi perjuangan ayahnya selama memimpin Indonesia.

“Yang penting kita melihat apa yang telah dilakukan Bapak saya, dari sejak muda sampai beliau wafat, semua perjuangan untuk negara dan masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar perbedaan pendapat tidak menimbulkan perpecahan.

“Boleh saja kontra, tapi jangan ekstrem. Yang penting kita jaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Novita Wijayanti Bertekad Membawa PIRA Lebih Kuat Jadi Alat Perjuangan Prabowo

Tutut turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan seluruh masyarakat yang telah mendukung.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden dan masyarakat Indonesia. Untuk yang belum mendukung pun kami tidak merasa kecewa, karena ini negara kesatuan, banyak macam-macamnya, ya monggo saja,” katanya.

Tutut menambahkan bahwa Presiden Prabowo memahami perjuangan Soeharto berkat latar belakang militernya, serta meyakini bahwa keputusan ini diambil berdasarkan banyak aspirasi dari masyarakat.

Sebagai informasi, Soeharto menjadi satu dari 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025, bersama di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Marsinah, dan Prof. Mochtar Kusumaatmadja.(*)

Penulis : Ifan Ar Uzan

Editor : Azizi

Sumber Berita: detiknews.com

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Antusias Peserta Tinggi, Deadline AJP Award 2025 Diperpanjang 
749 Karya Terbanyak dalam 5 Tahun, Dewan Juri Tetapkan Peraih Anugerah Adinegoro 2025
Matangkan Persiapan Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026
Refleksi Akhir Tahun, Media Siber Diuji Integritasnya
PWI Aceh dan PT Wajib Usaha Mix Masak 10 Kuali Kuah Beulangong untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Jemaat HKBP Cikarang Dipaksa Ibadah di Hotel
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:47 WIB

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:26 WIB

Antusias Peserta Tinggi, Deadline AJP Award 2025 Diperpanjang 

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:12 WIB

749 Karya Terbanyak dalam 5 Tahun, Dewan Juri Tetapkan Peraih Anugerah Adinegoro 2025

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:13 WIB

Matangkan Persiapan Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus

Senin, 5 Januari 2026 - 15:34 WIB

Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Berita Terbaru

Ahmad Muzani, Ketua MPR-RI bersama Ketum PWI Pusat Akhmad Munir. Foto: Ist/MON

Nasional

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:47 WIB

Misa Ekaristi Awal Tahun di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Foto: Ist/MON

Religi

Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Gunung Padang

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:40 WIB