Idul Fitri 1447 H di Masjid Al Mukhlishin: Menakar Keberhasilan Ramadhan Melalui Kesalehan Sosial

Sabtu, 21 Maret 2026 • 10:56:52 WIB
Idul Fitri 1447 H di Masjid Al Mukhlishin: Menakar Keberhasilan Ramadhan Melalui Kesalehan Sosial
Foto: Para tokoh agama berfoto bersama usai pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Al Mukhlishin, Ciampea, Bogor.

BOGOR, MON – Ratusan jamaah memadati Masjid Al Mukhlishin, Desa Cibanteng, Ciampea, Bogor, untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H dengan khidmat. Momentum ini menjadi titik balik bagi umat Muslim untuk merefleksikan sejauh mana ibadah puasa telah mentransformasi spiritualitas dan kepedulian sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan salat Idul Fitri kali ini dipimpin oleh Ustadz Sulaiman sebagai Imam, dengan Ustadz Ridwan Sayidi bertugas sebagai Bilal. Sementara itu, khotbah Idul Fitri disampaikan oleh Ustadz H. Aneng Mulyana, S.Sos.I. (Ketua MWC NU Ciampea)

Indikator Keberhasilan Puasa

Dalam khotbahnya, Ustadz H. Aneng Mulyana menekankan bahwa tanda keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadhan bukan hanya terletak pada ketahanan fisik menahan lapar dan dahaga semata. Keberhasilan sejati terlihat dari seberapa besar perubahan sikap nyata setelah Ramadhan berlalu.

Ratusan jamaah melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Al Mukhlishin, Ciampea, Bogor.

"Ramadhan seharusnya melahirkan pribadi yang lebih peduli, memiliki kelembutan hati, dan lebih memperlakukan orang lain secara manusiawi,"

tegas Ustadz Aneng dalam pesan khotbahnya.

Peluang Kebaikan di Setiap Lini Kehidupan

Khotbah tersebut menggarisbawahi bahwa setiap kondisi hidup merupakan peluang untuk berbuat kebaikan:

- Bagi yang Kekurangan: Kesabaran dalam menghadapi ujian materi adalah wujud kemuliaan yang sejati.

- Bagi yang Berada: Harta yang dimiliki adalah amanah yang di dalamnya terdapat hak orang lain yang wajib dibagikan.

- Bagi Pemimpin: Jabatan bukanlah posisi untuk dibanggakan, melainkan titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban demi kemaslahatan yang dipimpin.

Membangun Kesalehan Sosial

Merujuk pada Al-Qur'an Surat Ali ‘Imran ayat 133-134, jamaah diingatkan bahwa karakter orang bertakwa mencakup kemampuan berbagi dalam kondisi lapang maupun sempit, menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain.

Inilah esensi dari kesalehan sosial, di mana religiusitas seseorang harus tampak dalam kejujuran dan keadilan di tengah masyarakat, bukan hanya dalam ritual ibadah di masjid.

Harapan untuk Masyarakat

Sebagai penutup, khotbah tersebut mengajak seluruh warga Desa Cibanteng untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki diri. Dengan semangat berbagi melalui zakat dan solidaritas, diharapkan tercipta masyarakat yang berkah, di mana yang kaya gemar berbagi, yang miskin tetap bersabar, dan para pemimpin bekerja dengan penuh tanggung jawab.(BBG)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita