Ketua PGI Depok H. Hamzah, S.E., Gelar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis

Senin, 27 Juli 2026 • 15:04:17 WIB
Ketua PGI Depok H. Hamzah, S.E., Gelar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis
Foto: Pelajar mengikuti pemeriksaan mata gratis dalam program bakti sosial PGI Kota Depok bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI) di Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Depok, MON – Ketua PGI Kota Depok, H. Hamzah, S.E., katakan penyelenggaraan olahraga perlu dimaknai sebagai bagian dari pembangunan masyarakat, bukan sekadar agenda kompetisi.

“Sudah saatnya cara pandang terhadap turnamen olahraga berubah. Sebuah kompetisi tidak berhenti ketika pertandingan usai, tetapi harus meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Ketika olahraga mampu membuka akses kesehatan, mendukung pendidikan, dan menghadirkan kepedulian sosial, saat itulah nilai sportivitas benar-benar hidup dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar H. Hamzah pada Senin (27/07/2026).

Menurutnya, organisasi olahraga memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia melalui program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemeriksaan mata mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan anak. Banyak siswa bukan tidak mampu belajar, melainkan mengalami hambatan karena tidak dapat melihat dengan baik. Ketika hambatan itu diatasi, kesempatan mereka untuk berkembang dan meraih prestasi akan terbuka lebih luas,” katanya.

Selain layanan pemeriksaan kesehatan mata, rangkaian Wali Kota Cup Series 2nd juga akan diisi dengan santunan bagi anak yatim piatu serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Seluruh program tersebut dirancang agar penyelenggaraan turnamen meninggalkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.

H. Hamzah berharap pendekatan yang mengintegrasikan olahraga dengan kepedulian sosial dapat menjadi budaya baru dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga.

“Prestasi memang penting, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat adalah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya. Kami ingin olahraga hadir sebagai penggerak kepedulian dan memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,"

Lanjut H. Hamzah di tengah tuntutan pembangunan yang semakin berorientasi pada kualitas sumber daya manusia, olahraga dinilai memiliki peran yang jauh melampaui arena kompetisi.

Selain melahirkan prestasi, olahraga juga dapat menjadi instrumen pembangunan sosial ketika mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kepedulian kemanusiaan.

Gagasan tersebut menjadi pijakan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok dalam penyelenggaraan Turnamen Golf Wali Kota Cup Series 2nd yang akan digelar pada 11 Agustus 2026.

Turnamen ini tidak hanya dipersiapkan sebagai ajang kompetisi bagi para pegolf, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi pelajar di Kecamatan Tapos bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI).

Kegiatan tersebut menyasar siswa di SMP Karya Putra Bangsa, SMK Karya Putra Bangsa, SDN Tapos 4, SDN Tapos 5, serta Pondok Pesantren Paedullah dengan melibatkan lebih dari 300 pelajar.

Bagi para siswa yang mengalami gangguan refraksi, program tersebut menjadi akses awal untuk memperoleh layanan kesehatan mata yang selama ini belum mereka dapatkan.

Melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata, mereka diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih optimal sehingga hambatan penglihatan tidak lagi menjadi penghalang dalam mengembangkan potensi diri.

Salah satu penerima manfaat adalah M. Ridwan, siswa kelas VII A SMP Karya Putra Bangsa. Putra dari seorang buruh itu selama ini kesulitan melihat tulisan di papan tulis, namun belum pernah menjalani pemeriksaan mata.

Hasil pemeriksaan menunjukkan mata kanan Ridwan memiliki ukuran Sph -5.00 Cyl -2.00 Axis 180, sedangkan mata kirinya Sph -3.00. Setelah menggunakan kacamata yang diterimanya, ia dapat kembali melihat tulisan di papan tulis dengan jelas dan mengenali wajah seseorang dari jarak sekitar enam meter.

Pengalaman Ridwan menjadi gambaran bahwa persoalan kesehatan mata yang kerap dianggap sederhana sesungguhnya dapat berdampak besar terhadap kualitas pendidikan.

Kemampuan melihat dengan baik merupakan prasyarat penting dalam proses belajar, sehingga pemeriksaan mata sejak dini menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing, tegasnya.(Hanny)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita