Harus Berpikir Cerdas, Jangan Pakai DFK 

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Des Afrina bersama Dinuk Ketum Matahari 08 serta Millenial Matahari 08. Foto.dok

Des Afrina bersama Dinuk Ketum Matahari 08 serta Millenial Matahari 08. Foto.dok

Jakarta, MON – Sebenarnya Pemerintah tidak ada yang anti kritik. Tapi memang jelas Disinformasi, Fitnah dan Kebencian (DFK) itu, jelas nyata yang ada saat ini terhadap pemerintahan Prabowo cenderung provokasi bukan membangun.

Soal Makan Bergizi Gratis (MBG) saja sudah salah! Mana ada memotong anggaran pendidikan.

Tidak ada yang melarang mengkritik tapi adab itu penting.

Data itu penting, kalau mau mengkritik data tentu harus disertai dengan data juga (artinya data yg akurat hsl survey mereka yg jelas sebagai pembanding) . Namun, pembenci pemerintahan Prabowo lebih suka dinilai data yang paling benar. Itu versi mereka. Mereka tidak pernah mau menggunakan data yang riil yang sangat mudah didapati karena pemerintahan Prabowo tidak pernah menutup diri dari informasi publik.

Baca Juga :  Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi

Mereka protes, tapi yang mereka sajikan berdasarkan asumsi kosong mereka (anak kuliahaan lohh) Harusnya lebih cerdas dan jangan ngandelin Toa untuk teriak-teriak dan akun fake di sosmed untuk nyerang dengan bahasa tidak beradab. (Cemen namanya).

Demo anarkis yang lalu sudah sangat merusak akhlak, mental juga perekonomian. Apakah dengan demo seperti ini solusi tercapai? Gak juga!

Pemerintah sekarang baru setahun — sedang kembali menata, mengembalikan ke relnya, memperbaiki yang rusak.

Pak Prabowo dan Kabinet Merah Putih kan bukan pesulap yang bisa langsung membuat semua indah tapi hanya semua halunisasi.

Baca Juga :  Kepres Istimewa Untuk Dua Guru SMA

Sudah pasti pemerintah akan detail melihat semua data yang mungkin selama ini banyak fake!

Menkeu Purbaya sudah bergerak — walau harus berbenturan dengan banyak pihak.

Kalau dianggap keadaan ekonomi kita tidak baik-baik saja — bukan salah dari Pemerintahan Prabowo tapi efek puluhan tahun yang tidak dibenahi.

BEM harus berpikir cerdas! Gak bisa mengkritisi sesuatu yang lagi dibenahi dengan narasi narasi tidak elok dan provokasi, seolah mereka lebih mampu mengerjakannya.

Untuk sekolah bener saja mereka tidak bisa komitmen bagaimana kedepannya??

Penulis:

Des Afrina (Sekjen Matahari 08)

 

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi
Bukan Hanya Manusia yang Menari
Affiliate Marketing: Revolusi Bisnis Modal Mini yang Sedang Viral, Benarkah Semudah Itu?
Ketika Siklus 60 Tahun Menyapa Politik Indonesia 
Kepres Istimewa Untuk Dua Guru SMA
Bandung Tanpa Nakhoda: Ketika Kekuasaan Diperjualbelikan di Balai Kota
Terkait Kegiatan KPK RI di Kota Pekanbaru
Radhar Tribaskoro: Ekonomi Purbaya Hidup
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:41 WIB

Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:18 WIB

Bukan Hanya Manusia yang Menari

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:50 WIB

Affiliate Marketing: Revolusi Bisnis Modal Mini yang Sedang Viral, Benarkah Semudah Itu?

Senin, 8 Desember 2025 - 16:59 WIB

Ketika Siklus 60 Tahun Menyapa Politik Indonesia 

Selasa, 18 November 2025 - 16:54 WIB

Kepres Istimewa Untuk Dua Guru SMA

Berita Terbaru

Ahmad Muzani, Ketua MPR-RI bersama Ketum PWI Pusat Akhmad Munir. Foto: Ist/MON

Nasional

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:47 WIB

Misa Ekaristi Awal Tahun di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Foto: Ist/MON

Religi

Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Gunung Padang

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:40 WIB