Bandung, MON – Anggota Komisi D DPRD Depok, Ade Firmansyah menilai, rangkaian Kirab Budaya yang digelar di sembilan kabupaten/kota Jawa Barat, merupakan upaya untuk melestarikan budaya Sunda.
Menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, hal tersebut menjadi penjagaan, pengembangan dan pemanfaatan.
“Saya melihat ini bentuk inisiatif Gubernur untuk melakukan promosi budaya. Apalagi beliau sampaikan bahwa kegiatan ini tidak memakai APBD. Kita mengapresiasi itu,” ungkapnya kepada KM disela acara Puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Minggu (17/05/2026).
Selain budaya, Ade menilai bahwa ada ideologi yang disatukan. Mengingat ada sejarah tentang sunda yakni Padjadjaran dan penjagaan alam yang harus disampaikan kepada generasi selanjutnya.
Budaya dan Agama
Ade tentunya melihat ada selisih paham dengan ajaran Islam, karena budaya yang diangkat adalah Sunda Wiwitan. Namun, dirinya memahami itu bagian dari historis bahwa dulu Sunda masyarakatnya punya keyakinan seperti ini.
“Ya memang kalau kita lihat dari budaya itu kan ada sisi mistis. Tapi kalau saya lihat dari sisi positifnya adalah pertama penjagaan terhadap alam. Ini ada sisi positif yang kemudian digaungkan oleh KDM ya bagaimana kita bisa menjaga alam untuk ekosistem keberlanjutan,” ujar Ade.
Ade menyayangkan bencana yang terjadi di Jawa Barat khususnya beberapa waktu lalu, ada sumbangsih akibat pergeseran budaya, karena sejatinya budaya itu erat kaitannya dengan alam.
Budaya Depok Betawi Melayu
Sebagai kota penyangga Ibukota Negara, Depok yang berdiri menjadi kota pada tahun 1999, secara kultur masyarakat Betawi Melayu. Namun ‘Ibu Kandung’ sebenarnya tetap bagian Jawa Barat, yakni Kabupaten Bogor.
“Dalam perda nomor 3 tahun 2023 tentang pemajuan kebudayaan di kota Depok, identitas kita adalah Betawi Melayu,” jelas Ade.
“Kami (Depok) dulu bagian dari Kabupaten Bogor. Perlu diingat ada Batu Tulis Padjadjaran, jelas kaitannya dengan budaya Sunda. Namun, atas dasar Peraturan Daerah berkaitan dengan bahasa, Perda Provinsi mengatakan bahwa Betawi Melayu meliputi daripada Depok, Bekasi, dan sebagian Bogor,”Tegasnya.(Hanny)