Pemkot Surabaya Komitmen Perbaiki Jalan Berlubang 1x24 Jam, Satgas Jalan Ditambah Dua Kali Lipat

Jumat, 20 Februari 2026 • 21:06:00 WIB
Pemkot Surabaya Komitmen Perbaiki Jalan Berlubang 1x24 Jam, Satgas Jalan Ditambah Dua Kali Lipat
Foto: Samsul Hariadi

SURABAYA, MON – Intensitas hujan yang tinggi di awal tahun 2026 berdampak pada meningkatnya jumlah jalan berlubang di berbagai sudut Kota Surabaya. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDA BM) menyatakan komitmen penuh untuk melakukan perbaikan jalan rusak dalam waktu maksimal 1x24 jam setelah laporan diterima.

Dalam diskusi "Semanggi Suroboyo" di Radio Suara Surabaya, Jumat (20/2/2026), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Samsul Hariadi, menegaskan bahwa pemeliharaan jalan menjadi prioritas utama selaras dengan arahan Wali Kota.

Peningkatan Kapasitas Satgas dan Material

Kepala DSDA BM Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas kerja tim di lapangan.

• Volume Material: Penggunaan hotmix untuk penambalan jalan melonjak dari 20 ton menjadi 60 ton per hari. 


• Penambahan Personel: Jumlah Satgas Unit Reaksi Cepat (URC) ditingkatkan dari 5 tim menjadi 9 tim yang terbagi dalam 5 rayon.


• Tim Malam: Untuk mendukung mobilitas warga selama bulan Ramadan, Pemkot juga mengaktifkan 3 tim khusus yang bekerja pada malam hari agar proses perbaikan tidak mengganggu lalu lintas siang hari.

Mata Elang Warga dan Aplikasi Sigap Jalan

Pemkot Surabaya mengakui bahwa partisipasi warga adalah kunci kecepatan penanganan. Kabid Jalan dan Jembatan DSDA BM, Deddy Purwito, meminta warga tidak ragu melaporkan kerusakan jalan melalui:

1. Aplikasi Wargaku (disertai foto dan lokasi presisi).
2. Layanan Call Center 112.
3. Laporan ke Kelurahan: Laporan dari warga akan diinput oleh Lurah melalui aplikasi internal "Sigap Jalan"@ yang memonitor prioritas perbaikan secara real-time.

Anggaran 40 Miliar dan Batas Kewenangan

Terkait anggaran, Samsul Hariadi menyebutkan dana pemeliharaan rutin tahun 2026 mencapai Rp40 Miliar. Anggaran ini masuk dalam kategori belanja barang dan jasa, sehingga memberikan fleksibilitas bagi Pemkot untuk membantu memperbaiki jalan yang secara administratif bukan milik kota.

"Masyarakat sering tidak tahu mana jalan Nasional, Provinsi, atau milik instansi seperti PT KAI dan Pelindo. Prinsip kami, selama itu di lingkup Surabaya dan demi keselamatan publik, akan kami tangani menggunakan anggaran pemeliharaan rutin. Kita tidak ingin ada kecelakaan akibat lobang yang tertutup genangan air," jelas Samsul.

Prioritas Infrastruktur 2026

Selain pemeliharaan rutin (tambal sulam), Pemkot Surabaya juga memaparkan dua proyek strategis jalan:

1. Penyambungan Jalan Primer: Fokus pada jalan kembar di wilayah Wiyung dan Sememi-Benowo yang menyambung ke arah Gresik.
2. Peningkatan Jalan (Overlay): Pelapisan ulang aspal dua lapis (AC-BC dan AC-WC) di area yang elevasinya rendah untuk mencegah banjir, seperti di depan SMA 14 Tenggilis, Ngagel Madya, dan Panjang Jiwo.
3. Radial Road: Proyek jalan penghubung ini ditargetkan sudah dapat dioperasikan secara fungsional pada Mei atau Juni 2026.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat berkendara di tengah cuaca ekstrem dan proaktif melaporkan titik kerusakan jalan guna menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya. (*) 

Penulis : Firnas Muttaqin

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita