Menghidupkan Kembali Marwah Kota Lama: Peresmian 'Kampoeng Koeno Bangilan' Pasuruan

Sabtu, 14 Februari 2026 • 10:37:00 WIB
Menghidupkan Kembali Marwah Kota Lama: Peresmian 'Kampoeng Koeno Bangilan' Pasuruan

PASURUAN, MON - Kota Pasuruan kini memiliki magnet wisata sejarah baru. Bertepatan dengan momen hari kasih sayang, warga Kelurahan Bangilan resmi meluncurkan “Kampoeng Koeno Bangilan”. Sebuah proyek berbasis komunitas yang bertujuan untuk menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal, Sabtu (14/2/2026). 

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni singkat, melainkan puncak dari proses panjang pemetaan potensi yang dilakukan oleh warga secara swadaya. Melalui diskusi intensif, warga Bangilan berhasil mengidentifikasi aset-aset berharga mereka, mulai dari bangunan kuno yang masih berdiri kokoh hingga resep-resep kuliner lintas generasi yang selama ini menjadi legenda tersembunyi.

"Motor utama dari gerakan ini adalah teman-teman di Bangilan sendiri. Kami di sini hanya men-support apa yang menjadi visi mereka," ujar Firman pendamping dari YISI (Yayasan Investasi Sosial Indonesia) dengan awak media. Ia menekankan bahwa keberhasilan destinasi ini sangat bergantung pada narasi yang dibangun oleh anak-anak muda Bangilan dalam memviralkan kampung mereka.

Strategi besar yang diusung adalah menjadikan Kampoeng Koeno Bangilan sebagai "pintu masuk" wisata Pasuruan. Mengingat letaknya yang berdekatan dengan Stasiun Pasuruan, para wisatawan yang baru saja menginjakkan kaki di kota ini diharapkan bisa langsung mencicipi "Rawon Khas Bangilan" atau sekadar menyesap kopi di tengah atmosfer arsitektur kolonial yang autentik.

Namun, keberlanjutan adalah tantangan berikutnya. Pihak pengelola menekankan perlunya kolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Pasuruan. "Harapan kami ada regulasi yang kuat, misalnya penetapan kawasan ini sebagai Cagar Budaya. Jadi yang dijaga tidak hanya fisik bangunannya, tapi juga ekosistem budayanya agar tetap hidup," tambahnya.

Nama "Koeno" yang disematkan pun memiliki filosofi mendalam. Di mata warga, kuno bukan berarti usang. Ia adalah nilai sejarah yang tak lekang oleh waktu, sebuah identitas yang menunjukkan bahwa Bangilan adalah jantung sejarah Kota Pasuruan yang kini telah "terbangun" kembali.

Dengan dukungan dari Jaringan Diaspora Indonesia (JDI) dan komitmen masyarakat yang kuat, Kampoeng Koeno Bangilan kini siap menyambut dunia. Destinasi ini menjadi bukti bahwa sebuah kampung bisa mandiri, berdaya, dan tetap bangga dengan akar sejarahnya di tengah modernisasi zaman. (*)

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita