BMKG Imbau JABODETABEK Siaga! Awan Hujan Numpuk Lagi Efek MJO-Rossby

Sabtu, 01 November 2025 • 12:55:01 WIB
BMKG Imbau JABODETABEK Siaga! Awan Hujan Numpuk Lagi Efek MJO-Rossby
Foto: Ilustrasi

Jakarta, MON -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, hujan lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi masih akan terjadi di wilayah Jabodetabek pada periode mulai pada Jumat, 31 hingga 2 November 2025 nanti, Hal ini dipicu adanya peningkatan peluang pertumbuhan angin hujan secara signifikan di wilayah Jabodetabek.

Warga dan Pemerintah Daerah Jabodetabek pun diminta siap siaga dengan potensi kejadian bencana hidrometeorologi, termasuk petaka yang bisa timbul akibat petir saat hujan.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi dan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama selama periode 31 Oktober hingga 2 November 2025," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani.

Peningkatan peluang pertumbuhan awan hujan secara signifikan itu dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator yang diperkirakan masih aktif melintasi wilayah Jawa bagian barat hingga 2 November 2025, kelembapan udara yang tinggi, suhu muka laut yang hangat, serta atmosfer yang labil.

"Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek masih dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang berpotensi memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang," ujarnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah (PEMDA) mewaspadai potensi genangan, banjir, dan tanah longsor, khususnya di wilayah rawan bencana serta daerah dengan sistem drainase yang belum optimal.

"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan diperlukan guna meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut," ucapnya.

BMKG di tingkat provinsi dan wilayah terus melakukan koordinasi dan komunikasi rutin dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait. Baik melalui rapat koordinasi, grup komunikasi cepat, maupun sistem informasi daring untuk memastikan langkah antisipatif berjalan efektif," ungkapnya.

Tak hanya itu, BMKG juga terus menggencarkan diseminasi informasi dan edukasi cuaca ke masyarakat.

"Agar seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini, khususnya dalam menghadapi puncak musim hujan yang diprakirakan terjadi dalam waktu dekat," kata Andri.

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita