Bandung, MON -- Sebuah warung makan dengan bertuliskan Warung Makan Gratis, pada siang Jumat, 31 Oktober 2025 dipadati masyarakat Kota Bandung yang ingin makan siang. Diketahui para tamu yang datang rata-rata pengemudi Ojek Online (Ojol) dan beberapa pemulung.
Warung Makan Gratis yang dikenal Warung Iklas ini, tidak memungut biaya makan bagi tamu yang datang. Warung makan ini menggratiskan makanan yang disajikan bagi warga yang mau menyantap hidangan yang disediakan Warung Iklas tersebut.
Menurut Tantan yang ditemui MON (mediaonline nasional.com), bahwa warung makan ini menyediakan makan gratis dan disajikan secara prasmanan. Bagi yang ingin makan dipersilahkan mengambil sendiri, tentu saja diharapkan untuk tertib antri.
Tantan yang ditemani Enchi, wanita paruhbaya yang diketahui sebagai koordinator kegiatan Warung Iklas ini, mengungkap bahwa Warung Iklas ini awalnya dari gagasan para alumni sekolah kehidupan yang merupakan wadah komunitas pengajian. Dalam pelaksanaan memberikan makan gratis dengan membuka Warung Iklas di Jl. Aria Jipang No.6, Bandung, atau tepatnya di halaman depan Hotel Traveler Inn, Kota Bandung ini, Warung Iklas menerapkan 7 prinsip Ilmu Penjernih Hati. "Ke-7 Ilmu Penjernih Hati yaitu: Iklas, Sabar, Shalat Khusu, Dzikir, Syukur, Tawakal dan Waspada serta berprasangka baik," kata Enchi.
[caption id="attachment_1254" align="aligncenter" width="187"]
Makan Gratis dari Warung Iklas Bandung[/caption]
Setiap hari Warung Iklas menyediakan 200 porsi, mulai dari nasi dan lauk pauk. kegiatan Warung Iklas ini sudah berlangsung 1 tahun.
"Alhamdulillah, bulan Oktober 2025 ini, Warung Iklas sudah berjalan satu tahun. Dan setiap hari menyediakan 200 porsi, buka mulai jam 10.00 WIB sampau 12.00 WIB," tambah Enchi.
Diketahui, Warung Iklas ini dilaksanakan oleh para relawan -- mulai dari belanja bahan baku sampai memasak dan menyajikan di tempat.
"Disini pun yang membantu para relawan, artinya tidak yang menggaji, mereka benar-benar iklas membantu. Dan yangbaktif ada 7 orang relawan, sisanya kalau yang lain ada waktu senggang saja," ujarnya.
Para relawan Warung Iklas ini disebut datang dari berbagai tempat, seperti dari Lembang, Batujajar dan wilayah Bandung sekitarnya.
"Untuk donasi, Alhamdulillah selalu ada, dan donasi pun tidak selalu berupa uang, ada yang mengirim beras, sayuran serta lauk-pauknya. Hingga saat ini, kami belum ada donatur tetap," pungkasnya.
Laporan: Herry
Editor: Redaksi