DP3AP2KB Depok Apresiasi Inovasi Mahasiswa UBSI

Penulis: Diana Hanny A.G  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 16:14:16 WIB
Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menghadiri sekaligus mengapresiasi kegiatan Mainology yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi UBSI sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget melalui permainan tradisional.

Depok, MON – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok memberikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) atas penyelenggaraan kegiatan edukatif bertajuk Mainology, yang mengangkat tema permainan tradisional dan gerakan sehari tanpa gadget bagi anak-anak sekolah dasar.

Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menilai kegiatan tersebut merupakan inovasi yang relevan dalam menjawab tantangan tumbuh kembang anak di era digital. Menurutnya, inisiatif yang digagas mahasiswa bersama dosen menjadi bukti nyata kepedulian kalangan akademisi dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus menghidupkan kembali budaya permainan tradisional.

"Ini merupakan inovasi yang luar biasa. harus ada pihak yang memulai gerakan seperti ini. ketika inisiatif datang dari kampus, mahasiswa, dan dosen yang peduli terhadap anak-anak, tentu menjadi langkah positif untuk mengajak mereka kembali menikmati permainan tanpa gadget, meskipun hanya sehari," ujar Citra saat menghadiri Mainology Program Mahasiswa UBSI di Pesona Square, Sabtu (27/06/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Depok selama ini juga terus menghadirkan berbagai program yang mendukung tumbuh kembang anak, seperti Ruang Bersama Indonesia (RBI), Forum Anak, Forum Generasi Berencana (GenRe), hingga layanan Mobil Simora.

Melalui berbagai program tersebut, anak-anak diajak mengenal kembali permainan tradisional seperti congklak, monopoli, bola bekel, lompat karet, serta beragam permainan edukatif lainnya.

Menurut Citra, upaya tersebut menjadi bagian dari sosialisasi agar anak-anak memiliki alternatif aktivitas yang sehat, kreatif, dan menyenangkan tanpa harus selalu bergantung pada perangkat digital.

Selain itu, ia menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak. pembatasan penggunaan gawai, katanya, dapat dilakukan melalui kesepakatan bersama antara orang tua dan anak, disertai pengawasan terhadap akun maupun aktivitas digital yang digunakan, terutama untuk kebutuhan belajar.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi kampus-kampus lain untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi anak-anak," ungkapnya.

Citra menambahkan, persoalan penggunaan gadget secara berlebihan bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah. dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, institusi pendidikan, akademisi, hingga komunitas, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

"Kami berharap semakin banyak perguruan tinggi yang terinspirasi menghadirkan program-program kreatif seperti ini. kepedulian terhadap anak bukan hanya menjadi tugas dunia pendidikan, tetapi juga tanggung jawab bersama lintas disiplin ilmu dan seluruh masyarakat," tambahnya.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat akan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Depok sebagai Kota Layak Anak sekaligus mendukung terciptanya Generasi Emas Indonesia 2045. Tutupnya.(Hanny)

Reporter: Diana Hanny A.G
Back to top