INHU, MON – Senyum petani di harga tinggi buat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawitnya saat ini terhenti. Pasalnya, saat ini harga TBS diketahui menukik dari ketinggian menuju titik rendah yakni di angka Rp. 3.364 koma sekian perkilogram, setelah harga TBS mencapai di angka 4000 an.
Harga tersebut adalah harga resmi dari sumber informasi dinas perkebunan di provinsi Riau. Kendati demikian harga tersebut bukanlah harga bersih yang diterima oleh petani,lantaran harga ini adalah harga pabrik membeli TBS.
Diketahui di lapangan, rata rata petani kelapa sawit menjual buah melalui Koprasi, pengepul dan tengkulak. Ini sudah barang pasti harga yang diperoleh bukanlah harga yang terdapat dalam daftar tersebut. Sebab, dalam sistem jual beli juga terdapat sistem keuntungan. Dimana harga tersebut sudah barang tentu akan terpotong oleh jasa penjualan dan oprasional.
Hingga demikian , didapati berbagai harga tengkulak di lapangan. Tengkulak AL menghargai TBS di angka 2.100 dan 2.700 untuk biji murninya (brondolan),perkilogram.
Ram MR menghargai TBS di angka 2.200 dan 2.800 untuk biji murninya per kilogram. Sementara Ram milik NR tak banyak yang tahu,sebab NR tak membalas konfirmasi wartawan tentang harga hingga berita ini dinaikan. NR hanya membalas chat awak media dengan penyampaian stop pembelian menjelang lebaran haji.
" Walalaikum salam ram tutup . Buka habis lebaran, sementara panen buah sendiri trim " balasnya di Whatshapp.
Bahkan NR yang merupakan warga desa Bukit Lingkar itu juga sempat mengeluh dalam aktifitasnya sebagai pengepul yang menghadapi Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Menurutnya,banyak PKS bertindak semena mena atau bergerak lamban,sehingga kerugian yang dialami oleh tengkulak sangat terasa.
NR menjelaskan, dirinya sempat menderita kerugian hingga dua kali lipat akibat antrian panjang dan penurunan harga secara serta merta.
"Pks pada kurang ajar. Mobil sudah antri bisa kenak harga 2 kali " celetuknya.
NR melanjutkan maksudnya adalah PKS banyak yang meningkatkan kewaspadaan. Artinya,akibat harga TBS yang bisa saja berubah dalam waktu singkat, PKS memilih memperlambat kerjanya daripada membeli harga yang tiba tiba akan berubah atau turun lagi setelah melakukan transaksi.
" Ya mungkin mereka takut itu, jadi ya akhirnya mereka menunda nunda waktu penerimaan buah. Bayangkan jika antre sampai dua hari maka bisa saja harga berubah diwaktu itu. Saya kenak dua kali perubahan turun dalam antre penjualan ke PKS " ujarnya menganalisis pelayanan PKS.
Kembali ke harga TBS yang dinikmati petani saat ini. Rata rata petani hanya mampu menjual melalui tangan tengkulak kecil alias pengepul terdekat. Lalu berapa harga yang di dapat petani saat ini ? Berikut faktanya ;
Salah seorang pengepul asal desa Bukit Lipai kecamatan Batang Cenaku kabupaten Inhu, Dr (50) mengaku hanya mampu menghargai TBS di angka 1.700 rupiah per kilogram dan 2.300 rupiah untuk biji murni kelapa sawit (brondolan). Real di lapangan ini terrangkum Minggu (25/05/2026) sekira pukul 08.00 WIB.(*)