Uji Coba Drone Penyemprotan Hama di Klaten Diharapkan Jadi Solusi Efektif Petani

Penulis: Firnas Muttaqin  •  Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:14:32 WIB
Uji coba penerapan Drone pertanian di desa Sidowarno, Wonosari, Klaten (11/10).Dok.Pribadi

Laporan: Eko Setyo

Editor: Redaksi

Klaten, MON -- Uji coba penerapan teknologi drone untuk penyemprotan hama padi telah dilakukan di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten oleh PT Agro Sima Sida bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten (11/10).

Perwakilan PT Agro Sima Sida Jakarta, Yudianto, menyatakan bahwa teknologi drone dapat membawa banyak manfaat bagi petani, termasuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.

"Dengan menggunakan drone, petani dapat menyemprot area yang luas dengan cepat dan efektif, menghemat waktu dan tenaga," kata Yudianto.

Selain itu, drone juga dapat menyemprot area yang spesifik dan tepat sasaran, mengurangi penggunaan pestisida dan dampak lingkungan. Penggunaan drone juga dapat mengurangi risiko paparan pestisida bagi petani dan lingkungan.

"Dengan sinergitas penerapan teknologi drone, petani dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam mengelola hama padi," tambah Yudianto.

Ketua FKUB Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, juga menyambut baik penerapan teknologi drone dalam pertanian. "Penerapan teknologi drone dapat membawa banyak manfaat, seperti meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan hasil panen," kata Syamsuddin.

Dengan pemantauan tanaman yang lebih baik, petani dapat mengidentifikasi masalah lebih cepat dan mengambil tindakan yang tepat. "Penggunaan drone dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dan meminimalkan limbah," tambah Syamsuddin.

Penerapan teknologi drone dalam pertanian dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan lingkungan. Dengan demikian, diharapkan teknologi ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian di Kabupaten Klaten.(Eko Setyo)

Penulis: Eko Setyo

Editor: Redaksi

Reporter: Firnas Muttaqin
Back to top