Depok, MON – Komitmen untuk menuntaskan program wajib belajar 9 tahun kembali digaungkan oleh Aliansi LSM Pendidikan Kota Depok. Dalam kegiatan buka bersama yang digelar di Rumah Makan Delman, Kalimulya, Selasa (17/03/2026).
Ketua Aliansi LSM Pendidikan, Mulyadi Pranowo, menyampaikan sejumlah gagasan strategis guna memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Dalam paparannya, Mulyadi menekankan pentingnya penambahan kapasitas sekolah negeri sebagai solusi utama untuk menampung anak-anak yang belum bersekolah. Ia menyebutkan, dengan estimasi sekitar 24.000 anak yang perlu difasilitasi, pemerintah dapat merancang program bertahap selama tiga tahun.
“Kalau ditargetkan tiga tahun selesai, maka setiap tahun bisa menjangkau sekitar 3.000 anak. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp3 juta per anak, total kebutuhan tidak terlalu besar dibanding manfaat yang dihasilkan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan dampak signifikan, terutama dalam memastikan anak usia wajib belajar dapat menikmati pendidikan gratis tanpa membebani orang tua. Selain itu, ia juga membuka opsi kolaborasi dengan sekolah swasta melalui sistem penitipan siswa guna mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Lebih lanjut, Mulyadi mengkritisi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Ia berharap anggaran yang selama ini digunakan untuk kegiatan yang kurang prioritas, seperti pelatihan-pelatihan tertentu, dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti pembangunan ruang kelas baru dan pemenuhan fasilitas pendidikan.
“Anggaran harus benar-benar difokuskan pada kebutuhan utama pendidikan, seperti sarana dan prasarana agar daya tampung sekolah mencukupi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan optimismenya terhadap komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia yakin, dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, berbagai kekurangan yang ada dapat diperbaiki secara bertahap.
Di akhir sambutannya, Mulyadi mengajak seluruh anggota aliansi untuk aktif berkontribusi melalui diskusi dan penyampaian gagasan konstruktif. Ia menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam mengawal kebijakan pendidikan agar lebih tepat sasaran.
“Kita harus memanfaatkan wadah aliansi ini untuk bertukar pikiran, mencari solusi, dan jika perlu memberikan masukan kepada pemerintah secara konstruktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota aliansi, dengan harapan setelah Hari Raya Idul Fitri dapat terjalin komunikasi yang lebih intens dengan pihak Dinas Pendidikan guna mendorong realisasi program-program yang telah diusulkan.(Hanny)