Rumah Aliansi Banyulangit Jadi Pusat Kolaborasi Pemulihan Lereng Arjuno

Penulis: Firnas Muttaqin  •  Selasa, 17 Februari 2026 | 15:46:00 WIB
Pegiat lingkungan berdiskusi di Rumah Aliansi Banyulangit, kawasan Jendela Langit, Desa Jatiarjo, Prigen, Kabupaten Pasuruan, membahas kolaborasi pemulihan lahan kritis di lereng Gunung Arjuno.

PASURUAN, MON  – Kehadiran Rumah Aliansi Banyulangit di kawasan Wahana Wisata Jendela Langit menandai babak baru penguatan konservasi dalam skema Perhutanan Sosial di kaki Gunung Arjuno. Posko yang berada di Tegal Kidul, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini menjadi titik temu strategis berbagai elemen untuk bersinergi menjaga kelestarian lingkungan.

Pegiat lingkungan, Syukur Apriwiyanto, dalam kunjungannya pada Senin (16/2), menyampaikan bahwa Rumah Aliansi Banyulangit dirancang sebagai pusat pengorganisasian lintas sektor. Posko ini membuka ruang kolaborasi bagi perusahaan yang memiliki wilayah recharge area (daerah resapan air) di lereng Arjuno, pemerintah, akademisi, LPHD Arjuno Lestari, hingga para aktivis lingkungan.

Sinergi Lintas Sektor

Rumah Aliansi Banyulangit hadir untuk memfasilitasi para pemangku kepentingan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri agar dapat bergerak bersama dalam rehabilitasi lahan kritis dan penyelamatan mata air.

Beberapa fokus utama yang dijalankan antara lain:

• Koordinasi Perusahaan: Mengelola tanggung jawab perusahaan melalui skema pembayaran sistem jasa lingkungan di wilayah resapan air dalam kawasan Perhutanan Sosial LPHD Arjuno Lestari.

• Penguatan Komunitas: Menjadi wadah kolaborasi bagi aktivis, pekerja lapangan, dan masyarakat untuk bertukar gagasan serta memperkuat peran masing-masing.

• Aksi Nyata Konservasi: Mendorong pemulihan lahan kritis melalui pengembangan konservasi berbasis agroforestri yang berkelanjutan.

Harapan untuk Perhutanan Sosial

Keberadaan Rumah Aliansi Banyulangit diharapkan memberikan dampak nyata bagi pengembangan lahan kritis di lereng Arjuno, khususnya di bawah pengelolaan Lembaga Pengelola Desa Hutan (LPHD) Arjuno Lestari dalam skema Perhutanan Sosial.

“Semoga Rumah Aliansi ini dapat menjadi pusat koordinasi yang efektif untuk mengembangkan dan memulihkan lahan-lahan kritis di lereng Arjuno,” ujar Syukur.

Dengan adanya pusat kolaborasi yang menetap di kaki gunung, upaya penghijauan, rehabilitasi ekosistem, serta pemberdayaan masyarakat sekitar diharapkan berjalan lebih terukur, terarah, dan berkelanjutan.(*) 

Penulis: Firnas Muttaqin

Reporter: Firnas Muttaqin
Back to top