Rosalia Indah ‘Ngudo Roso’ ke Wamen Komdigi Soal Maraknya Penipuan Nomor Palsu Agen Tiket di Google Maps

Penulis: Antoro  •  Senin, 06 Oktober 2025 | 14:17:38 WIB
IMG-20251006-WA0014

SOLO – PT Rosalia Indah Transport menyampaikan keluhannya kepada Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, terkait maraknya kasus penipuan menggunakan nomor telepon palsu agen pemesanan tiket bus Rosalia Indah di Google Maps.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Asisten Manager Layanan Rosalia Indah, Okki Mardianto, dalam acara dialog bertema “Merawat Keadaban Bangsa di Tengah Desakan Epidemi Disinformasi dan Supremasi Kecerdasan Buatan” yang digelar di Monumen Pers Solo, Sabtu (4/10/2025).

Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan pengukuhan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030.

Menurut Okki, dalam setahun terakhir pihaknya menghadapi maraknya penipuan daring yang memanipulasi nomor agen resmi Rosalia Indah di Google Maps, bahkan membuat titik lokasi agen fiktif.

“Kami memiliki jaringan agen penjualan tiket dari Jember sampai Palembang sekitar 270 titik di Google Maps, dan hampir 90 persen nomor teleponnya dimodifikasi oleh pelaku kejahatan siber,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rendahnya literasi digital masyarakat menyebabkan banyak calon penumpang tertipu dan melakukan transaksi melalui nomor palsu.

Dari data internal perusahaan, sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat 618 laporan kasus penipuan dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp300 juta.

“Ketika penumpang datang mau berangkat, ternyata tiketnya tidak ada karena pembayarannya bukan ke kami,” ungkap Okki.

Okki berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap sistem keamanan informasi di Google Maps, karena pihaknya kesulitan memperbaiki data palsu yang diunggah oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Pelaku dengan mudah mengubah informasi yang ada, seperti halnya di Wikipedia. Kami mohon perhatian dari Komdigi karena masyarakat sangat bergantung pada Google untuk mencari informasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus serupa juga menimpa berbagai sektor lain, termasuk industri perhotelan dan persewaan kos-kosan.

“Bahkan pernah terjadi kasus kos fiktif di sekitar Universitas Sebelas Maret. Orang sudah bayar untuk setahun, pas datang ternyata kosnya tidak ada,” lanjutnya.

Tanggapan Komdigi

Menanggapi hal itu, Wamen Komdigi Nezar Patria menyarankan agar pihak Rosalia Indah segera mengajukan laporan resmi melalui kanal pengaduan pemerintah maupun langsung ke Google.

“Bisa diadukan ke aduan konten Komdigi, bisa juga ke Cyber Crime Polri, dan ke Google. Laporan seperti ini biasanya mendapat prioritas karena Google punya komitmen menindak konten pengguna yang berpotensi penipuan,” jelasnya.

Nezar juga mengimbau agar perusahaan transportasi memperkuat ekosistem digitalnya sendiri.

“Gunakan platform resmi sebagai sumber informasi dan pembelian tiket. Itu jauh lebih aman bagi pelanggan,” tambahnya.

Rosalia Indah Sudah Punya Platform Resmi

Okki menegaskan bahwa Rosalia Indah sebenarnya telah memiliki platform digital resmi yang bisa digunakan pelanggan untuk memesan tiket maupun mencari informasi.

“Kami sudah ada platform di website, aplikasi Android, dan iOS. Kami juga punya media sosial dan layanan pelanggan 24 jam,” jelasnya.

Ia menutup dengan imbauan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati sebelum melakukan transaksi.

“Pastikan membeli tiket hanya melalui platform resmi Rosalia Indah. Jangan mudah percaya dengan nomor yang beredar di Google Maps,” pungkasnya.**

Reporter: Antoro
Back to top