Ketua DPRD Ade Supriyatna Dukung Pembangunan Museum di Festival Depok Heritage

Penulis: Diana Hanny A.G  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 15:33:50 WIB
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menghadiri Festival Depok Heritage 2026 sekaligus menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan museum sebagai upaya pelestarian sejarah dan budaya Kota Depok.

DEPOK, MON – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, mengapresiasi sekaligus mendorong pelestarian sejarah dalam gelaran festival budaya Depok Heritage yang pertama. Dalam kegiatan yang mengangkat warisan sejarah budaya kota Depok Lama yang sudah berusia tiga abad ini dinilai menjadi sarana penting untuk mengenalkan identitas kota Depok kepada seluruh elemen masyarakat. Sabtu (27/06/2026).

Menurut Ade Supriyatna, Kota Depok lama sejak lama telah terbentuk sebagai kota yang memiliki multikultural serta nilai-nilai keberagaman tersebut.

Kami berharap dapat memperkuat kolaborasi antar warga ke depannya.

"Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk mengenalkan juga kepada seluruh masyarakat Kota Depok yang belum tahu, ini adalah bagian dari warga kota Depok lama, bagian dari sejarah, yang ini juga harus dikenalkan oleh seluruh warga pendatang di kota Depok. Jadi kita tahu Depok ini terdiri dari banyak komponen. Dan semua juga harus saling mengenal, sehingga kebersamaan kita ini menjadi kolaborasi kita yang lebih baik lagi ke depan," ujar Ade Supriyatna saat diwawancarai di lokasi acara.

Ia juga menambahkan bahwa tradisi berdialog dan akulturasi budaya sebetulnya sudah diwariskan oleh para pendahulu sejak ratusan tahun lalu, sehingga hal tersebut harus dicontoh oleh generasi muda saat ini.

"Iya, sudah dari dulu kan. Jadi, para pendahulu kita sudah mengajarkan kita bagaimana proses akulturasi, kemudian juga proses komunikasi, dialog itu sudah ada dari zaman dahulu. Dan ini harus kita contoh buat anak-anak muda sekarang," lanjutnya.

Festival yang dihadiri oleh warga lokal hingga kaum diaspora Depok ini juga memicu wacana mengenai pentingnya pengadaan fasilitas pelestarian sejarah yang permanen. Merespons hal tersebut, Ade Supriyatna mendukung agar benda-benda bersejarah yang saat ini tersebar di berbagai klan dapat dikumpulkan dan difasilitasi menjadi sebuah museum dengan dukungan dari pemerintah kota.

"Betul. Jadi ini festival pertama, udah tiga abad ya. Dan ini juga sangat dinikmati, diapresiasi oleh seluruh kaum Depok yang ada di Kota Depok dan diaspora. Nah, ini juga bagian dari mereka yang mengingat leluhur mereka, dan bagian dari seluruh warga Kota Depok melihat sepenggal histori dari yang ada di Kota Depok, sehingga bisa lebih erat lagi kebersamaan kita," ungkapnya.

Terkait dengan realisasi museum dan penyelamatan aset sejarah tersebut, pihak DPRD menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak yayasan atau Lembaga Cornelis Chastelein (LCC) untuk merumuskan langkah pengembangan titik-titik bersejarah ke depan.

"Iya, ini kan dikumpulkan dari banyak kalangan, benda-benda bersejarah, yang semoga bisa dilengkapi lagi. Dan pemerintah kota Depok sangat mendukung, ini jadi tempat bersejarah, museum, insyaallah gitu. Betul, ini jadi bagian dari sejarah Kota Depok.

 Nah, nanti kita akan komunikasi dengan LCC juga, itu ke depan mau dibuat seperti apa terkait dengan setnya juga, masih atas nama mereka, dan rencana dari LCC untuk pengembangan titik-titik sejarah di Kota Depok," pungkas Ade Supriyatna.(Hanny)

Reporter: Diana Hanny A.G
Back to top