RSUI Mengingatkan Bahwa Kekambuhan Lupus atau Flare Dipicu Oleh Berbagai Faktor

Penulis: Diana Hanny A.G  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 19:28:09 WIB
Ilustrasi penderita lupus yang mengalami nyeri sendi, salah satu gejala umum penyakit autoimun kronis.

Depok, MON – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Kota Depok mengingatkan masyarakat akan pentingnya mengenali penyakit lupus sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Penyakit autoimun kronis ini memang belum dapat disembuhkan secara total, namun dengan terapi dan pengobatan yang tepat, penderita lupus tetap dapat menjalani hidup secara produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Lupus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri sehingga menimbulkan peradangan pada berbagai organ. Penyakit ini dapat menyerang kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung hingga otak. Jenis lupus yang paling banyak ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yang dapat menyerang berbagai organ tubuh dan lebih sering dialami wanita usia produktif, meski juga dapat terjadi pada pria maupun anak-anak.

Selain SLE, terdapat pula lupus kutaneus yang menyerang kulit serta lupus imbas obat yang umumnya membaik setelah penghentian obat pemicu.

Karena gejalanya sangat beragam dan sering menyerupai penyakit lain, lupus dikenal sebagai “penyakit seribu wajah”. Gejala yang dialami setiap pasien bisa berbeda-beda, mulai dari mudah lelah, nyeri sendi, ruam kulit, rambut rontok, sariawan yang tidak kunjung sembuh terutama di atap rongga mulut, hingga demam berulang.

Dalam keterangan resminya, Rabu (20/05/2026), pihak Humas RSUI menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan terapi yang dapat menyembuhkan lupus secara total. Namun, penyakit tersebut dapat dikontrol melalui pengobatan rutin dan pemantauan berkala sehingga gejala dapat ditekan serta risiko komplikasi dapat diminimalkan.

“Pada beberapa pasien, lupus juga dapat memasuki fase remisi, yaitu kondisi ketika gejala sangat ringan atau bahkan tidak muncul dalam periode tertentu,” tulis keterangan tersebut.

Pengobatan lupus bertujuan mengurangi peradangan, mengontrol gejala, mencegah kerusakan organ, serta membantu pasien tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan penanganan yang tepat, penderita lupus tetap dapat bekerja, belajar, berolahraga, bahkan merencanakan kehamilan dengan pengawasan dokter.

RSUI juga mengingatkan bahwa kekambuhan lupus atau flare dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti stres, kurang istirahat, paparan sinar matahari, infeksi, perubahan hormon, maupun ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat. Karena itu, penderita lupus dianjurkan menjaga pola hidup sehat dan rutin berkonsultasi dengan dokter.

Deteksi dini menjadi langkah penting dalam penanganan lupus. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri sendi berkepanjangan, ruam kulit, kelelahan berlebihan, sariawan berulang, sesak napas, hingga bengkak pada kaki atau wajah.

Sebagai bentuk komitmen dalam penanganan penyakit autoimun, RSUI menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan lupus yang ditangani dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi. layanan tersebut meliputi konsultasi penyakit autoimun dan reumatologi, pemeriksaan laboratorium penunjang lupus, monitoring kondisi pasien, edukasi pasien, hingga pendampingan terapi sesuai kebutuhan pasien.

Melalui layanan terintegrasi tersebut, RSUI berharap pasien lupus dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat sehingga tetap mampu menjalani aktivitas secara optimal.(Hanny)

Reporter: Diana Hanny A.G
Back to top