Pemprov Riau Siapkan Sanksi Jika Sekolah Tetap Laksanakan Perpisahan di Hotel

Penulis: Ifan Ar Uzan  •  Sabtu, 18 April 2026 | 14:31:00 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Harianto

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah mengingatkan seluruh SMA/SMK negeri dan SLB agar tidak menggelar acara perpisahan secara mewah di hotel.

Hal tersebut dipertegas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ia mengatakan, kebijakan ini bertujuan melindungi orang tua dari beban biaya tambahan yang tidak sedikit.

“Kita minta sekolah untuk menggelar perpisahan di sekolah saja. Apalagi kondisi saat ini sedang efisiensi. Jangan lagi menambah beban orang tua,” kata SF Hariyanto, Jumat (17/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi terhadap sekolah yang tidak mengikuti aturan tersebut.

“Akan kita berikan sanksi. Sekolah yang tidak mengikuti imbauan ini akan kita minta Disdik untuk memanggil dan memberikan sanksi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengatakan pihaknya selama ini menerima banyak keluhan dari orang tua terkait iuran perpisahan yang dinilai memberatkan, terutama jika kegiatan dilaksanakan di hotel dengan berbagai kebutuhan tambahan.

Ia menilai, pelaksanaan perpisahan di lingkungan sekolah justru lebih memiliki nilai emosional dan kedekatan bagi siswa.

Ia menambahkan, kegiatan di hotel umumnya memicu biaya tinggi karena adanya sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi yang akhirnya dibebankan kepada orang tua melalui iuran.

“Banyak orang tua sebenarnya merasa keberatan, tetapi memilih tidak menyampaikan secara terbuka karena tidak ingin terjadi polemik dengan sekolah atau komite,” ungkapnya.

Disdik Riau menilai, perpisahan tidak harus identik dengan kemewahan. Justru, konsep sederhana di sekolah diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.

Ia berharap seluruh kepala sekolah, komite, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dapat mendukung kebijakan tersebut demi kepentingan bersama.

“Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa,” tegasnya.(*)
 

Reporter: Ifan Ar Uzan
Back to top