Depok, MON – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menargetkan pembentukan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) di 63 kelurahan. Target tersebut dinilai realistis karena sebagian besar wilayah telah menjalankan berbagai indikator program inisiatif Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan RBI bukan merupakan program baru, melainkan penguatan dari berbagai program yang selama ini telah berjalan di tingkat kelurahan.
“Kalau kita lihat indikator-indikatornya, selama ini sudah banyak yang kita jalankan. Tinggal menjahit puzzle yang sudah ada menjadi satu dalam RBI,” ujarnya kepada berita.depok.go.id usai rapat persiapan peluncuran RBI di Aula Edelweis, Lantai 5 Balai Kota Depok, Senin (06/04/26).
Ia menyebut, kesiapan tersebut membuat Pemkot Depok optimistis implementasi RBI dapat berjalan secara serentak di seluruh wilayah.
Seperti diketahui, RBI merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga perguruan tinggi dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Program ini memiliki tiga fokus utama, yakni tata kelola kelurahan responsif gender, perlindungan anak, serta pemberdayaan perempuan.
Supian Suri menjelaskan, berbagai program yang telah berjalan, seperti penanganan stunting, pencegahan kekerasan terhadap anak, hingga penguatan ekonomi perempuan, akan diintegrasikan agar lebih terarah dan berkelanjutan.
“Saya sangat berharap ada dukungan dari para lurah dan camat agar program ini bisa berjalan serentak dan memberikan dampak nyata di setiap wilayah,” jelasnya.
Menurutnya, peran perangkat wilayah menjadi kunci dalam memastikan program yang telah dirancang dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“RBI diharapkan menjadi komitmen bersama untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, serta memastikan tidak ada kekerasan terhadap anak maupun perempuan,” tandasnya.(Hanny)