Depok, MON – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama sejumlah daerah di Jawa Barat mulai mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah melalui teknologi modern, yakni Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis aglomerasi wilayah.
Kota Depok menjadi bagian dari kerja sama lintas daerah bersama delapan kota dan kabupaten di Jawa Barat dalam pengembangan sistem waste to energy tersebut.
Program ini dibagi menjadi dua wilayah aglomerasi, yaitu Bandung Raya dan Bogor-Depok.
Bandung Raya, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi, dan Kota Purwakarta, dengan lokasi di TPA Sarimukti.
Sedangkan, Bogor–Depok, meliputi Kota Bogor dan Kota Depok, dengan lokasi di TPA Kayu Manis.
Wali Kota Depok, Supian Suri menyebut, kolaborasi ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan sampah, terutama bagi daerah dengan timbunan tinggi.
“Alhamdulillah, Jawa Barat akan memiliki sistem pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (PSEL),” tulis Supian Suri di media sosialnya, Selasa (07/04/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama ini difokuskan pada daerah dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari, termasuk Kota Depok.
Kesepakatan aglomerasi ini dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan diikuti delapan kepala daerah di Jawa Barat.
Penanganan sampah melalui pendekatan teknologi ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Hari ini kita menandatangani kerja sama aglomerasi kota-kota dengan timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari, agar segera diselesaikan melalui pendekatan teknologi waste to energy,” jelas Supian Suri.
Dengan bergabung dalam program PSEL, Pemkot Depok berharap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“Semoga ini menjadi semangat kita semua untuk penyelesaian sampah di Jawa Barat, khususnya Kota Depok,” tutupnya.(Hanny)