ROKAN HILIR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi terus memperkuat program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Inovasi terbaru dihadirkan melalui program Kamar Santri yang resmi dioptimalkan pada Senin (21/09/2026).
Melalui program ini, para WBP antusias mengikuti bimbingan tahsin dan pengajian Al-Qur'an di Masjid Baitul Muta'allim Lapas Bagansiapiapi. Pihak Lapas menggandeng penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih, Kemenag Rokan Hilir, untuk memberikan bimbingan tajwid secara langsung.
Kepala Lapas (Kalapas) Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, melalui Kepala Seksi Binadik, Rinaldi R., menjelaskan bahwa Kamar Santri merupakan arah baru dalam meningkatkan kualitas kepribadian warga binaan. Program ini dirancang agar proses belajar berjalan lebih konsisten.
"Melalui program Kamar Santri dan bimbingan tahsin ini, kami ingin memberikan wadah yang lebih terstruktur bagi warga binaan untuk memperdalam ilmu agama," ujar Rinaldi didampingi Kepala Subseksi Bimkemaswat, Islam Prayongono.
Rinaldi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kemenag Rohil dan KUA Tanah Putih atas sinergi yang terjalin dalam membimbing para warga binaan.
Pada kesempatan yang sama, Kasubsi Bimkemaswat, Islam Prayongono, menambahkan bahwa pembekalan ilmu tajwid ini diharapkan dapat mendorong WBP untuk lebih aktif mengaji, bahkan saat berada di dalam kamar hunian mereka.
"Dengan dibekalinya pemahaman tajwid yang benar, kami berharap para WBP dapat mengisi waktu sehari-hari di dalam kamar dengan kegiatan positif seperti mengaji," ungkap Islam.
Ia optimistis kegiatan keagamaan ini mampu menjadi sarana efektif untuk meningkatkan keimanan, memperkuat rasa taubat, serta membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik dan berakhlak mulia.