Karhutla Riau Mulai Mereda, Pemadaman Fokus di Bengkalis, Inhu, dan Inhil

Penulis: Ifan Ar Uzan  •  Kamis, 03 September 2026 | 13:57:38 WIB

PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat, hingga saat ini total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai 18.582,90 hektare. Karhutla tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota.

Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan secara akumulatif sejak 1 Januari 2026, total hotspot di Riau mencapai 12.677 titik, dengan 618 fire spot dan total luas lahan terbakar mencapai 18.582,90 hektare. Sementara itu, di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 45.775 titik hotspot.

“Untuk luasan di Kabupaten Bengkalis yakni 8.454,40 hektare, Pelalawan 6.640,99 hektare, Indragiri Hilir 1.034,02 hektare, Indragiri Hulu 605,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Meranti 217,45 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kuantan Singingi 69,87 hektare, dan Rokan Hulu 33,96 hektare,” katanya.

Dari total luasan karhutla tersebut, saat ini titik kebakaran yang masih terpantau hanya berada di tiga daerah, yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Namun, luasan titik karhutla tersebut tidak terlalu besar dan upaya pemadaman masih terus dilakukan.

“Untuk titik karhutla hanya tinggal di tiga daerah saja, yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman,” sebutnya.

Meski kondisi karhutla mulai membaik, pihaknya tetap menekankan pentingnya proses pendinginan, khususnya pada lahan gambut. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran setelah api di permukaan berhasil dipadamkan.

“Jadi, kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali. Begitu juga OMC, tetap kami lakukan setiap hari,” pungkasnya.

Reporter: Ifan Ar Uzan
Back to top