dr. Karlina, MARS Bakal Calon Ketua Kadin Depok Berkomitmen Jadikan Penggerak Investasi

Penulis: Diana Hanny A.G  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:23:10 WIB
dr. Karlina, MARS mengembalikan berkas pencalonan Ketua Kadin Kota Depok pada tahapan Mukota VI di Hotel Bumi Wiyata.

Depok, MON – Pengembalian berkas itu menandai kesiapannya mengikuti seluruh tahapan pencalonan sekaligus membawa gagasan baru mengenai arah pengembangan Kadin di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif.

Komitmen tersebut disampaikan usai mengembalikan berkas pencalonan Ketua Kadin Kota Depok dalam tahapan Musyawarah Kota (Mukota) VI yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (31/07/2026).

Bakal Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, dr. Karlina, MARS, menegaskan komitmennya menjadikan Kadin sebagai organisasi yang tidak hanya menjadi wadah para pelaku usaha, tetapi juga motor penggerak investasi, pusat kolaborasi dunia usaha, serta mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Kota Depok.

Seluruh dokumen persyaratan telah diserahkan sesuai ketentuan panitia, mulai dari formulir pendaftaran, akta pendirian perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, hingga dokumen yang memuat visi dan misi kepemimpinannya.

“Insyaallah hari ini saya sudah melengkapi seluruh persyaratan yang diminta panitia. Ada sekitar 12 sampai 14 persyaratan dan semuanya sudah kami serahkan. Sekarang kami tinggal menunggu proses verifikasi faktual sebelum nantinya ditetapkan sebagai calon,” ujar dr. Karlina.

Ia menegaskan, proses pencalonan bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi menjadi langkah awal membangun kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan kolaborasi.

Apabila memperoleh amanah memimpin Kadin Kota Depok, dr. Karlina mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kota Depok, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, akademisi, serta seluruh asosiasi dunia usaha.

Menurutnya, pembangunan ekonomi daerah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

“Langkah awal kami adalah bersilaturahmi dengan Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota, Forkopimda, para tokoh dan sesepuh Kota Depok, serta seluruh asosiasi. Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat karena pembangunan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri. Semua harus bergerak bersama,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai Kadin memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha. Karena itu, organisasi tersebut harus mampu menerjemahkan kebutuhan pelaku usaha menjadi program-program yang mendorong investasi, memperluas kemitraan, meningkatkan daya saing, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

dr. Karlina juga melihat Kota Depok memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang berkualitas serta letaknya yang strategis sebagai daerah penyangga Jakarta.

Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan sektor ekonomi kreatif yang dinilai paling sesuai dengan karakteristik wilayah Depok.

“Setelah kami pelajari bersama tim, pembangunan ekonomi Kota Depok lebih potensial diarahkan pada sektor ekonomi kreatif. Lahan untuk industri maupun pertanian sangat terbatas. Karena itu, kekuatan Depok berada pada kreativitas masyarakatnya, inovasi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusianya. Anak-anak muda Depok memiliki potensi besar yang harus diberi ruang untuk berkembang,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut, dr. Karlina mengusung pembentukan Rumah Kadin, yakni pusat aktivitas organisasi yang sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha.

Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat bertemunya pengusaha, investor, akademisi, komunitas bisnis, dan pemerintah untuk membangun jejaring usaha, bertukar gagasan, serta melahirkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi Kota Depok.

Selain memperkuat kolaborasi di tingkat lokal, ia juga berencana membangun kemitraan dengan Kadin di berbagai kota, kabupaten, hingga tingkat provinsi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas peluang investasi, mempertemukan potensi bisnis antardaerah, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kota Depok.

Bagi dr. Karlina, investasi tidak boleh dimaknai sebatas masuknya modal ke suatu daerah. Lebih dari itu, investasi harus mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas UMKM, pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, serta penguatan daya saing pelaku usaha lokal.

“Kita ingin membangun investasi yang lebih kuat di Kota Depok serta menciptakan peluang-peluang usaha baru melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan Kadin di daerah lain. Dunia usaha harus mampu menciptakan peluang, bukan hanya menunggu peluang datang. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Kadin dapat menjadi motor penggerak investasi dan kemajuan ekonomi Kota Depok,” tutupnya.(Hanny)

Reporter: Diana Hanny A.G
Back to top