Karanganyar, MON – PC JATMA ASWAJA KARANGANYAR terus memperluas kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya fokus pada pembinaan keagamaan, organisasi ini juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi (salah satunya) melalui budidaya Lele Mutiara, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan jamaah. Hal ini juga sejalan dengan arahan Rais 'Am/Ketua Umum Pengurus Besar (PB) JATMA ASWAJA, Maulana Habib Luthfi bin Hasan bin Yahya.
Program tersebut mulai diperkenalkan kepada para peternak di berbagai wilayah di Karanganyar. Lele Mutiara dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya masa panen yang lebih singkat, yakni sekitar 1,5 bulan. Pertumbuhan yang lebih cepat, serta memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap serangan penyakit dibandingkan jenis lele pada umumnya.
Rois JATMA ASWAJA Karanganyar, KH. Zamahsyari Al Hafidz, menegaskan bahwa penguatan ekonomi merupakan bagian penting dari visi organisasi dalam membangun kemandirian umat.
"Kita kembangkan pilar ekonomi untuk jamaah, bukan hanya pilar keagamaan," tegas KH. Zamahsyari Al Hafidz.
Menurutnya, keseimbangan antara pembinaan spiritual dan penguatan ekonomi akan menjadikan jamaah lebih mandiri, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Salah satu peternak yang ikut mencoba pembesaran Lele Mutiara adalah Pak Mono, warga Dusun Sulurejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Ia menyambut baik inovasi tersebut dan berharap budidaya Lele Mutiara dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
"Semoga Lele Mutiara ini bisa dipanen lebih cepat, tahan penyakit, dan keuntungan lebih besar," ujar Pak Mono. Saat ini, sudah banyak jama'ah JATMA ASWAJA Karanganyar yang mulai budidaya lele mutiara ini.
Melalui program ini, JATMA ASWAJA Karanganyar berharap semakin banyak jamaah yang terdorong untuk mengembangkan usaha produktif di sektor perikanan. Dengan dukungan teknologi budidaya yang lebih baik dan pendampingan kepada para peternak, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi umat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karanganyar.
Program pemberdayaan ekonomi tersebut menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan ibadah dan akhlak, tetapi juga melalui upaya nyata dalam menciptakan kemandirian ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan jamaah.(Bbg)