Bayi Baru Lahir Aman Disuhtik Neo K

Penulis: Budiono, SH  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:07:00 WIB
Bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di Puskesmas Kuala Kilan. Kasus ini masih menjadi perhatian keluarga dan telah mendapat penjelasan dari pihak puskesmas terkait prosedur pemberian suntikan Neo K.

INHU, MON – Menindak lanjuti kejadian bayi baru lahir meninggal dunia setelah diberi suntikan, Kepala UPT Puskesmas Kilan,dr. Dahlia Br Purba melakukan verifikasi di Puskesmas yang dipimpinnya itu.

Kapus juga menanggapi kronologis kejadian bayi asal desa Aur Cina yang meninggal karena bersalin di puskesmas hingga terakhir diberi suntikan Neo K oleh perawat di Puskesmas Kilan,belum lama ini.

Menurut Dahlia, dirinya juga telah melakukan konfirmasi ke petugas jaga yang juga menolong persalinan, hingga merawat sampai rujukan. Terkait suntikan Neo K itu diberikan pada paha kiri bayi dengan tempat, dosis dan cara penyuntikan yang sudah sesuai.

Terkait suntikan pada bayi baru lahir ini diakui juga memang memiliki efek samping,seperti paha akan memerah, kebiruan, bengkak bahkan bisa timbulkan nanah dan panas. Kendati demikian, menurut Kapus ini tidak berakibat fatal dan tidak mengancam nyawa bayi.

Selanjutnya Kapus juga mengungkapkan keprihatinannya atas bayi yang meninggal tersebut. Dahlia menjelaskan terkait riwayat kandungan juga kelahiran bayi tersebut.

Dipaparkan olehnya, riwayat kehamilan dan persalinan lewat bulan, ketuban hijau, pada waktu dirujuk kondisi bayi sesak nafas, untuk selanjutnya pasien dirawat di RSUD.

Dicuplik dari berita sebelumnya bahwa bayi bersalin di Puskesmas tersebut diketahui memiliki ayah ibu dari desa Aur Cina kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Tepat kejadian, Rabu malam (24/06/2026). Sekira pukul 20.00 WIB, bayi tersebut diberikan suntikan Neo K oleh perawat dan bidan yang menangani persalinan. Bayi tersebut merupakan Cucu salah seorang warga desa Aur Cina, Hanidi (56). Dimana Hanidi sebelumnya juga diketahui sebagai pihak keluarga yang menuturkan kejadian kepada awak media ini.(*)

Reporter: Budiono, SH
Back to top