INHU, MON – Hanya cukup sehari bayi ini ditimang dan diberi kasih sayang oleh ayah bundanya. Sebab, setelah itu ia meninggal dalam kondisi paha bengkak akibat suntikan perawat.
Selain mengundang kesediagan bagi pihak keluarga, kejadian ini juga dianggap merupakan peristiwa mencengangkan. Pasalnya, bayi terlahir dalam keadaan sehat, tiba tiba memperoleh penanganan dokter justru fatal akibatnya.
Orang tua sang bayi, melalui sang kakek, Hanidi (56) mengaku heran luar biasa. Bagaimana tidak? Dikatakan Hanidi bahwa sebelumnya bayi dilahirkan dalam keadaan sehat wal afiat.
Namun sehari kemudian buah hatinya itu harus di suntik oleh perawat Puskesmas Kuala Kilan kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Dikatakannya lagi, suntikan itu dilakukan di paha bayi hingga paha mengalami pembengkakan hebat. Hanya selang beberapa jam kemudian kondisi bayi memburuk dan akhirnya meninggal dunia.
" Kami kaget kenapa saat bayi lahir sehat wal afiat tapi setelah diberi suntikan oleh perawat Puskesmas itu malah meninggal " ucap Hanidi pada awak media ini, Jumat (26/06/2026) sekira pukul 09.00 WIB.
Hanidi melanjutkan sebenarnya kemalangannya itu terjadi pada hari Rabu jam 4.30 WIB. Bayi sehat,segar bugar. Bayi di suntik pada malam hari sekira pukul 20.00 WIB. Siang Kamis, bayi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba.
Ditanya siapa perawatnya yang melakukan suntikan pada bayinya itu, Hanidi mengaku tidak detail mengetahui profesinya. Namun Hanidi mengatakan bahwa tindakan itu dilakukan oleh seorang Bidan atau mungkin perawat berinesial AK.
AK melakukan tindakan bersama seorang saksi, LS juga seorang perawat. Sementara biodata sang bayi juga dipaparkan oleh Hanidi. Bayi memiliki ayah bernama Wawan Dika Saputra dan ibu Sani Nur Ariah yang tinggal di desa Aur Cina.
" Jatuhnya keduanya itu anak saya mas, dan bayi itu cucu saya " tegas Hanidi.
Kepala UPT Puskesmas Kuala Kilan, dr. Dahlia Br Purba saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan kejadian itu. Sang dokter pun ikut mengungkapkan duka cita atas meninggalnya bayi tersebut.
Kemudian Kapus yang satu ini juga melakukan penelusuran kasus di TKP atau di Puskesmas yang ia pimpin. Dahlia mengatakan terkait suntikan yang tengah jadi persoalan meninggalnya bayi.
Menurut Dahlia, suntikan itu pada bayi baru lahir itu sudah benar dan wajib dilakukan. Dahlia memaparkan, suntikkan tersebut dinamai Neo K (non vaksin). Sesuai SOP semua bayi baru lahir wajib disuntikkan obat ini untuk mencegah perdarahan organ dalam.
" Suntikan itu wajib dilakukan pada bayi yang baru dilahirkan, dan ini bukan vaksin pak " tegasnya.
Kapus juga banyak memberi penjelasan serta pemaparan terkait suntikan yang dianggap sebagai penyebab kematian bayi. Menurut Dahlia, pihaknya sangat mengerti kesedihan keluarga.
Kata Kapus lagi, seandainya pihaknya ada di pihak keluarga bayi mugkin akan merasakan hal yang sama. Hanya saja mugkin hal yang pihaknya sampaikan itu boleh menjadi bahan pertimbangan.
" semua bayi yang lahir memang wajib diberikan suntikan ini pak, dan kebetulan yang menyuntik juga termasuk bidan yang sudah sangat senior di Puskesmas. Doa kami semoga keluarga bayi diberi ketabahan pak " tutup Dahlia.(*)