Audiensi dengan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pelalawan, SF Hariyanto Jelaskan Progres Pemulihan TNTN

Penulis: Ifan Ar Uzan  •  Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:12:00 WIB
Audiensi dengan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pelalawan, SF Hariyanto Jelaskan Progres Pemulihan TNTN

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima audiensi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), Jumat (13/2/2026). Audiensi tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

SF Hariyanto mengatakan, pertemuan itu menjadi wadah untuk menerima masukan terkait perkembangan pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

“Alhamdulillah, kita sudah sepakat dengan teman-teman semua (AMMP). Telah kita sampaikan juga program dan dasar hukum kita dalam melaksanakan kegiatan TP2TNTN,” kata SF Hariyanto.

Ia menyebutkan, telah dicapai kesepakatan bersama agar tim tetap bekerja dalam proses relokasi masyarakat yang telah menyerahkan lahan sawitnya kepada pemerintah.

“Kita tetap bekerja untuk merelokasi masyarakat yang telah menyerahkan surat-menyuratnya,” ujarnya.

Hariyanto menjamin proses relokasi akan mengedepankan sikap humanis dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Pemprov Riau juga akan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai di lokasi relokasi.

“Tidak ada masyarakat yang ditinggalkan. Kita akan selesaikan dulu sarana dan prasarananya, baik sekolah, tempat ibadah, dan lainnya. Kalau semua sudah selesai, baru kita pindahkan masyarakatnya,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 3.900 subjek kepemilikan dengan luasan 10.000 hektare yang telah menyerahkan lahannya kepada pemerintah.

“Terhadap relokasinya telah tersedia 632 hektare. Nanti kita akan koordinasi dengan Satgas PKH,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov Riau bersama Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN) terus menggesa pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Salah satu proses pemulihan tersebut, kata SF Hariyanto, adalah melakukan penghijauan kembali pada lahan seluas 2.400 hektare.

“Akan dilakukan reboisasi pada lahan seluas 2.400 hektare. Ini kita usahakan secepat mungkin ditanam ulang untuk penghijauan, dan nanti kita laporkan ketersediaan lahan kepada Kementerian Kehutanan,” ujarnya. (fan)

Reporter: Ifan Ar Uzan
Back to top