Bogor, MON -- Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Ikhlas Cibanteng menggelar kegiatan Samenan sebagai bentuk perayaan kenaikan kelas dan apresiasi bagi para santri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di lingkungan TPA Nurul Ikhlas, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Samen atau samenan merupakan tradisi yang dikenal dalam budaya Sunda, yang merujuk pada perayaan kenaikan kelas atau kelulusan. Tradisi ini berasal dari istilah bahasa Belanda samen yang berarti bersama, serta examen yang berarti ujian. Dalam pelaksanaannya, samenan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan seperti pentas seni, pawai, hingga makan bersama ( botram ) yang melibatkan santri, guru, dan orang tua sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas proses pendidikan yang telah dilalui.
TPA Nurul Ikhlas berada di bawah naungan Masjid Jami’ Al-Mukhlishin dan merupakan salah satu pusat pengembangan dakwah Islam di wilayah RW 05 Desa Cibanteng. Lembaga pendidikan Al-Qur’an ini dibina oleh Penasehat *Gus Dede* atau Ustadz Dede Laily Sofyan, dengan Kepala Sekolah Ni’mah Amaliyah Tholib, S.Pd. Adapun dewan guru terdiri dari Ni’mah Amaliyah Tholib, S.Pd, Nina Kurnia, S.Pd, Wida Nadiya, Fazriana Rahman, serta Dede Laily Sofyan.
Saat ini, TPA Nurul Ikhlas membina puluhan santri yang terbagi dalam dua jenjang, yakni Kelas Alif sebanyak 50 santri dan Kelas Ba’ sebanyak 20 santri. Para santri mendapatkan pendidikan dasar keislaman, khususnya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, serta pembinaan akhlak sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Penasehat TPA Nurul Ikhlas, *Gus Dede* , menyampaikan harapan besar terhadap masa depan para santri. Ia berharap keberadaan TPA Nurul Ikhlas mampu membentuk generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, serta memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Kami berharap anak didik kami tumbuh dan berkembang dengan akhlak yang baik dan ilmu agama yang kuat. Dengan pendidikan Al-Qur’an yang kami tanamkan sejak dini, semoga kelak mereka menjadi remaja yang mapan dalam ilmu agama, dewasa yang beriman dan bertakwa, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa,” ungkapnya.
Ia juga berharap para santri kelak dapat menjadi penerus dakwah para ulama dan memiliki semangat untuk terus menuntut ilmu agama, termasuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.
Kegiatan samenan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara santri, orang tua, dan para pendidik, sekaligus meneguhkan komitmen TPA Nurul Ikhlas dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter Islami.(*)