Elizabeth Sidhartha, B.Sc., M.Sc., Temukan Antibiotik Baru Dari Tanaman Sirih Merah

Penulis: Diana Hanny A.G  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 19:58:00 WIB
Elizabeth Sidhartha memaparkan hasil penelitian potensi antibiotik baru dari bakteri endofit tanaman sirih merah pada IC-OMICS 2026 di ITB Bandung.

Bandung, MON – Elizabeth Sidhartha, B.Sc., M.Sc., yang berlatar belakang ilmu hayati, dan kini sedang menempuh pendidikan S3 di Institut Pertanian Bogor sekaligus menjadi dosen dan wakil rektor di i3L University ini berharap Indonesia yang memiliki sumber daya melimpah dapat lepas dari market farmasi global.

“Harapannya kita lebih bisa menggunakan tanaman-tanaman endemik Indonesia untuk menemukan obat-obat baru, agar kita lebih independen dari market obat global,” pungkasnya.

Elizabeth Sidhartha yang menjadi salah satu pembicara pada IC-OMICS 2026, International Conference yang menyatukan segala elemen, mahasiswa, ilmuan dari seluruh dunia membahas mengenai teknologi OMICS; Health, Agriculture, Environment and Innovation di ITB Bandung pada Kamis (9 Juli 2026).

Dalam materi yang disampaikan, dirinya berbagi mengenai penelitian untuk mencari antibiotik baru dari bakteri endofit yang ada didalam jaringan tanaman lokal yakni sirih merah.

Ditemukan lah satu bakteri yang biasanya menjadi patogen atau infeksi berat yaitu Klebsiella dalam jaringan tanaman obat yang biasa dikonsumsi masyarakat sebagai obat herbal.

“Jadi menariknya, bakteri Klebsiella ini bukan hanya menjadi masalah ditingkat rumah sakit kasus resistensi obat. Nah, yang kita cari adalah potensi dari bakteri ini untuk menghasilkan bahan antibiotik baru,” ungkap Elizabeth.

Menurut Elizabeth, bakteri yang dianggap jahat bisa menjadi sumber untuk menemukan obat-obat yang baru.

Elizabeth juga menjelaskan penelitian ini sudah dilaksanakan dan telah dipublikasikan di salah satu jurnal Q1. Tutupnya sambil tersenyum manis.(Hanny)

Reporter: Diana Hanny A.G
Back to top