Ketua Kadin Kota Depok dr.Karlina, MARS, Ucapkan Selamat Kepada Jajaran Pengurus HIPMI Depok dan Berharap Kedepannya Dapat Bekerjasama Dengan Baik

Penulis: Diana Hanny A.G  •  Sabtu, 19 September 2026 | 19:27:00 WIB
Ketua Kadin Kota Depok, dr. Karlina, MARS, saat diwawancarai usai pelantikan Kepengurusan baru Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Depok periode 2026–2029, di Margo City Hotel pada Sabtu (19/09/26).

Depok, MON – Kepengurusan baru Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Depok periode 2026–2029 resmi dilantik.

Momentum tersebut mendapat perhatian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok yang membuka ruang kolaborasi dengan HIPMI untuk memperkuat ekosistem dunia usaha, khususnya ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM.

Ketua Kadin Kota Depok, dr. Karlina, MARS, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus HIPMI Depok yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru membawa energi segar yang dapat diterjemahkan menjadi program nyata bagi dunia usaha di Kota Depok.

“Selamat kepada HIPMI yang baru dilantik. Saya berharap ke depan kita bisa bekerja sama dengan baik, bukan hanya dengan Kadin, tetapi juga dengan organisasi-organisasi dunia usaha lainnya,” ujar dr. Karlina usai acara di Margo City Hotel, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, HIPMI merupakan salah satu Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin. Posisi tersebut membuka ruang bagi para pengusaha muda untuk membangun jejaring dengan berbagai organisasi dunia usaha sekaligus memperluas kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif.

“Sinergi yang paling utama tentu kita sesuaikan dengan program Kadin. Kita akan memprioritaskan pengembangan ekonomi kreatif. Di HIPMI banyak anak muda, pengusaha-pengusaha muda yang punya potensi untuk itu,” katanya.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Kadin berencana mengundang sekitar 20 ALB yang berada di Kota Depok untuk memetakan program masing-masing.

Setiap organisasi akan menyampaikan program jangka pendek hingga akhir 2026 serta rencana kerja 2027, sehingga potensi kerja sama dapat dirumuskan berdasarkan kebutuhan dan kapasitas masing-masing.

Pendekatan itu diharapkan membuat kolaborasi antarorganisasi dunia usaha tidak berhenti pada agenda seremonial. Program yang memiliki irisan kepentingan akan diarahkan menjadi kegiatan bersama yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah penguatan UMKM. Kadin menyatakan mendukung target Pemerintah Kota Depok untuk mendorong 1.000 UMKM naik kelas melalui peningkatan kapasitas, penguatan produk, serta pengembangan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku.

“Kadin sangat mendukung. UMKM ini mengisi banyak sektor ekonomi di Kota Depok. Kita akan upgrade, kita akan scale up, apa saja yang dibutuhkan UMKM supaya bisa naik kelas. Programnya tentu bermacam-macam,” jelasnya.

Bagi dr. Karlina, naik kelas tidak hanya diukur dari peningkatan penjualan. Pelaku UMKM juga perlu memahami segmen pasar dan membangun nilai tambah agar produk yang ditawarkan memiliki daya saing.

Harga produk, lanjutnya, tidak dapat dilepaskan dari berbagai komponen, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, perizinan, proses produksi hingga teknologi. Pemanfaatan teknologi bahkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan menekan biaya produksi.

“Kalau tidak bisa murah karena bahannya mahal, kualitas barangnya harus dinaikkan. Rasanya, estetikanya, packaging-nya harus diperkuat. Jadi dia tidak bermain di harga murah, tetapi bermain di value,” tuturnya.

Konsep nilai tambah tersebut menjadi penting ketika UMKM berhadapan dengan pasar yang semakin kompetitif. Konsumen tidak selalu menentukan pilihan berdasarkan harga terendah, tetapi juga mempertimbangkan kualitas, manfaat, pengalaman, hingga keunikan produk.

“Yang dibeli sebenarnya bukan sekadar barang, kita membeli value. Masing-masing punya value-nya masing-masing,” tambahnya.

Data sementara Kadin menunjukkan sektor kuliner menjadi salah satu bidang UMKM yang cukup dominan di Kota Depok. Namun, pemetaan tersebut masih perlu diperbarui agar kebijakan dan program pengembangan usaha dapat mengikuti perubahan sektor, tren pasar, serta kebutuhan pelaku UMKM.

Kolaborasi Kadin dan HIPMI pun diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih adaptif. Pengusaha muda tidak hanya didorong mengembangkan bisnis masing-masing, tetapi juga mengambil peran dalam mempertemukan potensi usaha, inovasi, jejaring, dan kebutuhan pembangunan ekonomi daerah.

“Harapan saya, HIPMI sebagai ALB Kadin bisa berkolaborasi dengan hangat. Bukan hanya dengan Kadin, tetapi juga dengan ALB yang lain. Program-programnya bisa direalisasikan secara nyata, termasuk yang mendukung program Pemerintah Kota Depok,” pungkas dr. Karlina.

Dengan sinergi lintas organisasi tersebut, penguatan dunia usaha diharapkan tidak berhenti pada pertumbuhan bisnis masing-masing, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang melahirkan lebih banyak pelaku usaha inovatif, memperluas akses pasar, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Depok. (Hanny)

Reporter: Diana Hanny A.G
Back to top