Gestur Menag RI di Vatikan Dipandang Pesan Iman dan Perdamaian Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen saat Menag RI mencium kepala dan tangan Paus. Foto. Ist/MON

Momen saat Menag RI mencium kepala dan tangan Paus. Foto. Ist/MON

Jakarta, MON — Dunia yang kian bising oleh konflik, prasangka, dan klaim kebenaran yang saling meniadakan, sebuah gestur sunyi dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, justru menggema kuat di ruang batin lintas iman. Momen saat Menag RI mencium kepala dan tangan Paus, lalu menyalakan Lilin Perdamaian di Roma pada 28 Oktober lalu, dinilai sebagai pesan spiritual yang melampaui sekat agama.

Peristiwa tersebut berlangsung dalam peringatan 60 tahun Dokumen Konsili Vatikan II Nostra Aetate, yang diselenggarakan komunitas awam Sant’Egidio dan dihadiri Paus Leo XIV serta tokoh-tokoh lintas agama dunia. Menag RI menjadi salah satu undangan kehormatan yang dipercaya menyalakan Lilin Perdamaian, simbol dialog dan rekonsiliasi antarumat beragama.

Aktivis Gereja Katolik dan pemerhati dialog lintas iman, Dar Edi Yoga, memaknai momen itu sebagai “bahasa iman yang paling jujur.”

“Di saat agama sering dipakai untuk mengeras dan memecah, Menag RI justru menghadirkan wajah iman yang lembut dan rendah hati. Gestur mencium kepala dan tangan Paus bukan soal hierarki, melainkan pengakuan bahwa para pemimpin agama adalah pelayan kemanusiaan,” ujar Dar Edi Yoga, Sabtu (3/1).

Baca Juga :  MUI Kota Pasuruan Berikan Penghargaan kepada Sembilan Tokoh Ulama Pengabdi di Musyda ke-6

Ia menjelaskan, dalam tradisi spiritual lintas agama, mencium kepala adalah simbol penghormatan terhadap kebijaksanaan, sementara mencium tangan adalah pengakuan atas pelayanan. Karena itu, tindakan Menag RI dinilai sebagai ekspresi teologis yang dalam, bukan simbol politik atau seremoni diplomatik belaka.

“Ini bukan soal siapa lebih tinggi, tapi siapa lebih tulus melayani perdamaian. Di situlah iman menemukan wajahnya yang sejati,” lanjutnya.

Menurut Dar Edi Yoga, Lilin Perdamaian yang dinyalakan Menag RI juga memiliki makna universal. Cahaya, kata dia, selalu hadir sebagai simbol kehadiran Tuhan dalam hampir semua tradisi agama.

“Api kecil itu adalah doa. Ia melawan gelapnya kebencian, prasangka, dan kekerasan. Dunia hari ini tidak kekurangan khotbah, tapi kekurangan teladan. Dan momen ini adalah teladan,” tegasnya.

Baca Juga :  Silpa Rp 4,6 Triliun dan Deposito Rp 2,6 Triliun Disorot: Pengelolaan APBD Jatim Dicurigai “Tersandera” Bunga Bank

Ia menambahkan, kehadiran Indonesia melalui Menag RI di forum internasional tersebut mengirimkan pesan moral yang kuat kepada dunia.

“Indonesia menunjukkan bahwa keberagaman bukan ancaman, dialog bukan kelemahan, dan iman tidak lahir untuk memisahkan, tetapi untuk menyatukan,” katanya.

Dar Edi Yoga menilai, di tengah meningkatnya konflik global yang kerap berlatar agama, momen di Roma itu menjadi pengingat bahwa Tuhan tidak membutuhkan pembelaan dengan kemarahan, melainkan kesaksian melalui kasih, akhlak, dan kerja nyata bagi perdamaian.

“Pada akhirnya, iman sejati tidak diukur dari seberapa keras kita mengklaim kebenaran, tetapi seberapa dalam kita mampu mencintai sesama. Lilin kecil di Roma itu mengingatkan dunia: cahaya Tuhan selalu cukup, asal manusia mau merendahkan hati untuk menjaganya,” pungkasnya.

 

Editor: Eko TW

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Gunung Padang
82 Santri Pagar Nusa Inhu Resmi Dibaiat di Ponpes Nurul Hikmah
Sidang SAGKI Hari Kedua: Keuskupan TNI-Polri Paparkan Refleksi Karya Pelayanan dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025
Merajut Persatuan Umat: PDM dan Ahlul Bait Indonesia Pasuruan Jajaki Kolaborasi Dakwah
MUI Kota Pasuruan Berikan Penghargaan kepada Sembilan Tokoh Ulama Pengabdi di Musyda ke-6
Pemerintah Kota Pasuruan Apresiasi Kafilah Berprestasi MTQ Jatim dalam Khotmil Quran
MWC NU Kecamatan Juwiring Klaten Gelar Kolosal Hadroh Peringati Hari Santri 2025
5 Dampak Buruk dari Makanan dan Harta Haram
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:40 WIB

Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Gunung Padang

Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:20 WIB

Gestur Menag RI di Vatikan Dipandang Pesan Iman dan Perdamaian Dunia

Rabu, 12 November 2025 - 08:26 WIB

82 Santri Pagar Nusa Inhu Resmi Dibaiat di Ponpes Nurul Hikmah

Selasa, 4 November 2025 - 18:20 WIB

Sidang SAGKI Hari Kedua: Keuskupan TNI-Polri Paparkan Refleksi Karya Pelayanan dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025

Selasa, 4 November 2025 - 14:16 WIB

Merajut Persatuan Umat: PDM dan Ahlul Bait Indonesia Pasuruan Jajaki Kolaborasi Dakwah

Berita Terbaru

Ahmad Muzani, Ketua MPR-RI bersama Ketum PWI Pusat Akhmad Munir. Foto: Ist/MON

Nasional

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:47 WIB

Misa Ekaristi Awal Tahun di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Foto: Ist/MON

Religi

Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Gunung Padang

Selasa, 13 Jan 2026 - 23:40 WIB