Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah kepala daerah calon penerima Anugerah Kebudayaan 2026. Foto.Ist

Sejumlah kepala daerah calon penerima Anugerah Kebudayaan 2026. Foto.Ist

Jakarta, MON – Sebanyak 10 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Labuhanbatu, Sumatera Utara, hingga Manokwari, Papua Barat, siap mengikuti tahap presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta. Tahapan ini menjadi penentu sebelum penyerahan Trofi Abyakta pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari 2026.

Presentasi dilakukan untuk menguji sejauh mana para bupati dan wali kota menguasai serta mengimplementasikan program pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing, sesuai topik yang diajukan dalam proposal.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa kesepuluh kepala daerah tersebut dipilih secara ketat oleh Dewan Juri setelah menelaah proposal dan dokumen pendukung yang sangat komprehensif.

“Berkas yang dinilai meliputi proposal utama, video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto. Totalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman,” ujar Yusuf, yang telah menangani Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

Untuk memastikan keabsahan dan kedalaman program, para kandidat diwajibkan mempresentasikan langsung gagasan dan capaian kebudayaan di hadapan Dewan Juri di kantor PWI Pusat.
Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Baca Juga :  Bisakah PPPK Habis Masa Kontrak Tidak Diperpanjang Lagi? Ini Jawaban BKN

Dewan Juri AK PWI–HPN 2026 berjumlah lima orang, berasal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan pers nasional, yaitu:

– Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, penari, artis film)
– Agus Dermawan T. (Pengamat dan penulis seni budaya, penerima Anugerah Kebudayaan RI)
– Sudjiwo Tejo (Seniman, budayawan, anggota Tim Pakar PWI Pusat)
– Akhmad Munir (Dirut LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030)
– Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior, pelukis, penyair)

Daftar Kepala Daerah Peserta Presentasi
Kesepuluh peserta terdiri atas tiga wali kota dan tujuh bupati, yakni:

– Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat
– Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun
– Wali Kota Mataram, NTB, Mohan Roliskana
– Bupati Lampung Utara, Lampung, Hamartoni Ahadis
– Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Agus Setiawan
– Bupati Manggarai, NTT, Heribertus Geradus Laju Nabit
– Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman
– Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Maya Hasmita
– Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou
– Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis

*Tema Inklusif dan Berkelanjutan*

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.” Dari tiga subtema yang ditawarkan, mayoritas peserta memilih subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif.

Baca Juga :  Polres Kuansing Cek Dugaan Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Perkebunan Karet Pemda Desa Jake

Penilaian difokuskan pada keterkaitan program dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk aspek inovasi, keberlanjutan, serta dampak program bagi masyarakat lokal, nasional, hingga global.

*Kategori Baru: Wartawan dan Komunitas*

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, AK PWI Pusat menambahkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas”. Kategori ini ditujukan bagi insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal 10 tahun dan berdampak luas.

Dewan Juri telah menetapkan tiga penerima penghargaan kategori ini, yaitu:

– Rahmi Hidayati (Tangerang Selatan), mantan wartawan Bisnis Indonesia dan Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia, penggerak pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
– Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi), mantan wartawan Tempo, penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival.
– Henri Nurcahyo (Surabaya), penggerak komunitas Panji hingga tingkat Asia dan internasional, turut memperjuangkan pengakuan Panji sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Ketiganya juga akan menerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten.

 

Editor: Eko TW

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat Buku, Wakapolri Titipkan Pesan Penting Pemberantasan TPPA–PPO kepada 5 Calon Atase dan Staf Teknis Polri
JMSI Apresiasi Kerja Keras Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dalam Merangkul Kelompok Millenial dan Gen Z
Amanah Baru, Pengabdian Baru di Pusrenharwatalpalhan Baharwat Kemhan
Rangkaian HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya
Hari Ke 2 Pencarian Korban, Tim SAR Polri Temukan Puing Pesawat ATR 42-500 di Gunung Saraung
PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, Inilah Hasilnya
Terobosan Baru HPN 2026, Ketua Umum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:40 WIB

Lewat Buku, Wakapolri Titipkan Pesan Penting Pemberantasan TPPA–PPO kepada 5 Calon Atase dan Staf Teknis Polri

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:56 WIB

JMSI Apresiasi Kerja Keras Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dalam Merangkul Kelompok Millenial dan Gen Z

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:08 WIB

Amanah Baru, Pengabdian Baru di Pusrenharwatalpalhan Baharwat Kemhan

Senin, 19 Januari 2026 - 14:23 WIB

Rangkaian HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:42 WIB

Hari Ke 2 Pencarian Korban, Tim SAR Polri Temukan Puing Pesawat ATR 42-500 di Gunung Saraung

Berita Terbaru