Pelatih Timnas Dipecat! PSSI Didesak Lebih Cermat Tentukan Pengganti

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patrick Kluivert, Pelatih Timnas Indonesia.

Patrick Kluivert, Pelatih Timnas Indonesia.

Jakarta, MON — Setelah gempuran amat dahsyat dari netizen dan kelompok suporter–terlebih atas permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi – Kluivert werd uiteindelijk ontslagen (Kluivert akhirnya dipecat) pada Kamis (15/10/2025).

Langkah cepat ini dilakukan PSSI agar buntut dari kegagalan tim nasional di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup B zona Asia tidak berkembang ke arah negatif. Jujur saja, langkah cepat dan tanggap seperti ini jarang dilakukan PSSI.

Karenanya, keputusan positif ini mesti diikuti sikap lebih hati-hati dalam memilih calon pengganti. Kedepankan kepentingan yang jauh lebih besar. Sikap tergesa-gesa seperti saat memberhentikan Shin Tae-yong dan menunjuk Patrick Kluivert tidak boleh terulang.

Rekam jejak pelatih yang dipilih harus menjadi pertimbangan utama. Dengan begitu, kita bisa yakin pelatih tersebut mampu memberikan sesuatu yang diharapkan. Itu pun belum menjamin impian tampil di Piala Dunia akan tercapai. Namun jika semua catatan terbaik sudah tersaji, kerja keras dan peningkatan kualitas sudah terlihat, maka keberhasilan atau kegagalan hanyalah urusan nasib.

Baca Juga :  Mata Ruang Lama Kini: Menatap Potensi dan Tantangan Seni Rupa Jawa Timur di Masa Depan

Kita pernah dua kali gagal, tetapi rasa hormat pendukung terhadap tim tetap tinggi. Tahun 1975, tim asuhan Wiel Coerver gagal lolos ke Olimpiade Montreal 1976 setelah kalah adu penalti dari Korea Utara. Namun 100 ribu penonton di Stadion Utama Senayan tetap memberi applause bagi para pemain.

Hal serupa terjadi pada 1985 saat timnas asuhan Sinyo Aliandu. Kita kalah dari Korea Selatan (0-2 di Seoul dan 1-4 di Jakarta) dalam kualifikasi Piala Dunia 1986. Meski gagal, dukungan publik tidak surut—meski kala itu belum ada media sosial, sambutan suporter begitu hangat.

Para pendukung sungguh memahami kondisi yang ada. Secara teknis, baik tim 1975/76 maupun 1985/86 tidak kalah dari lawannya. Hanya nasib belum berpihak.

Baca Juga :  90 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Kembali Dideportasi dari Malaysia

Ke depan, PSSI harus benar-benar cermat dalam menentukan pilihan. Siapa pun yang dipilih nanti, harus diyakini bisa membawa kemajuan—syukur-syukur mampu mengantar timnas ke panggung Piala Dunia 2030.

Yang penting, keputusan jangan berdasarkan emosi. Jika semua proses sudah dilalui dengan matang namun hasilnya tetap belum sesuai harapan, berarti itu faktor nonteknis. Mudah-mudahan kegagalan seperti itu tidak terulang.

Sehebat apa pun pelatih dan pemain, proses harus dijalani. Tak ada prestasi datang tiba-tiba. Tak mungkin ada keberhasilan tanpa persiapan. Dan tak akan ada persiapan terbaik tanpa orang-orang yang tepat.

Saat ini timnas U-17 kita akan berlaga di Piala Dunia. Sudah saatnya kita berikan apresiasi tinggi untuk mereka.

Semoga bermanfaat.(*)

Penulis : Nigara, Wartawan Sepakbola Senior

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KI DKI Dorong Setwan DPRD DKI Naik ke Informatif, Serahkan Rekomendasi E-Monev 2025
Pesan Menkomdigi di HPN: Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
Resmi! Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Hadir dalam Dialog Kebudayaan PWI Pusat -HPN 2026 di Banten
PWI Umumkan Juara 1 Anugerah Jurnalistik 2026, Karya Humanis Rekam Peran Polri di Tengah Masyarakat
HPN 2026 di Banten, PWI Salurkan Ribuan Sembako, Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Catat Tanggalnya! HPN Banten 2026, PWI Pusat Gelar Bakti Sosial, Termasuk Penyaluran 3.000 Paket Sembako
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri 
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:20 WIB

KI DKI Dorong Setwan DPRD DKI Naik ke Informatif, Serahkan Rekomendasi E-Monev 2025

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:47 WIB

Pesan Menkomdigi di HPN: Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:09 WIB

Resmi! Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:24 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Hadir dalam Dialog Kebudayaan PWI Pusat -HPN 2026 di Banten

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:00 WIB

PWI Umumkan Juara 1 Anugerah Jurnalistik 2026, Karya Humanis Rekam Peran Polri di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru