Olahan Sagu Butir di Natuna Belum Kantongi Sertifikat Halal?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebun sagu yang ada di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. | Foto: Zani-MON

Kebun sagu yang ada di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. | Foto: Zani-MON

NATUNA, MON – Camat Bunguran Timur, Syuparman, menyatakan dukungannya kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolah sagu butir dan tepung agar segera memiliki sertifikat halal.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kantor Camat Bunguran Timur, Jalan Masjid Agung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, belum lama ini.

Menurut Syuparman, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Karena itu, pemerintah kecamatan akan mendorong dan membantu agar hasil olahan batang sagu menjadi sagu butir maupun tepung memiliki sertifikat halal.

“Kita akan mendorong serta membantu agar hasil pengolahan batang sagu menjadi sagu butir dan tepung bisa memiliki sertifikat halal,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengapa produk sagu perlu memiliki sertifikat halal, padahal bahan dasarnya sudah halal secara alami, Syuparman menjelaskan bahwa sertifikat halal sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim terhadap produk UMKM.

Baca Juga :  Inilah Daerah yang Pertama Serahkan SK PPPK Paruh Waktu 2025

“Dengan adanya sertifikat halal, masyarakat semakin yakin bahwa produk tersebut memenuhi standar syariah,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Syuparman, sertifikat halal juga dapat meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar domestik maupun internasional, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

“Kalau di Bunguran Timur, pengolahan sagu ada di Desa Sepempang dan Desa Batu Gajah. Memang belum memiliki sertifikat halal, tapi produk sagunya tetap halal dan aman dikonsumsi,” tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap produk halal meningkat signifikan, terutama di kalangan masyarakat Muslim di Natuna. Oleh karena itu, sertifikat halal dapat menjadi nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi UMKM pengolahan sagu untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Batu Gajah Menderita Kualitas Fasilitas PLN yang Buruk

Di tempat terpisah, seorang pekerja sagu bernama Madi (55) mengatakan bahwa olahan sagu butir sangat diminati masyarakat Natuna. Selain menjadi makanan pokok saat musim utara, produk ini juga banyak dipesan dari luar daerah.

“Bahkan orang Tanjungpinang dan Batam juga suka dengan sagu butir ini. Sayangnya, memang belum memiliki sertifikat halal, mungkin karena proses pengolahannya masih manual,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Sebagai informasi, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) baru-baru ini telah melakukan pemantauan terhadap para pelaku UMKM di Kabupaten Natuna. Saat ini, BPJPH tengah mengupayakan agar hasil olahan sagu di daerah tersebut dapat segera mengantongi sertifikat halal. (*)

Penulis : Marzani

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-76 Kavaleri, Yonkav 11/MSC Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang
Jaga Kelestarian Pesisir, Prajurit TNI AL Satrol Kodaeral IV Gelar Aksi Bersih Pantai
TNI AL Kodaeral Iv Hadiri Press Release Penggagalan Penyelundupan 104 Ribu Benih Bening Lobster
Pemko Lhokseumawe Tinjau Pengungsian Blang Naleung Mameh, Air Bersih 10 Ribu Liter Disalurkan
RSUI Gelar Donor Darah Bersama PMI Kota Depok Sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Gebyar Al Kautsar 2026: Sinergi Mewujudkan Generasi “Anak Indonesia Hebat” di Kota Pasuruan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
HUB UMKM Banten Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM Cipondoh, Tangerang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:01 WIB

HUT ke-76 Kavaleri, Yonkav 11/MSC Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Jaga Kelestarian Pesisir, Prajurit TNI AL Satrol Kodaeral IV Gelar Aksi Bersih Pantai

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:29 WIB

TNI AL Kodaeral Iv Hadiri Press Release Penggagalan Penyelundupan 104 Ribu Benih Bening Lobster

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:20 WIB

Pemko Lhokseumawe Tinjau Pengungsian Blang Naleung Mameh, Air Bersih 10 Ribu Liter Disalurkan

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:18 WIB

RSUI Gelar Donor Darah Bersama PMI Kota Depok Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Berita Terbaru