KARAWANG, MON — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang menggelar Festival Dalang Anak tingkat Kabupaten pada Rabu (15/10). Hal ini sebagai persiapan menuju festival tingkat nasional.
Event ini terselenggara bertujuan untuk meningkatkan registrasi dalang dan melestarikan budaya kesenian wayang golek, serta mendorong anak-anak untuk lebih mencintai seni wayang golek dan bijak dalam menggunakan gawai era digital saat ini.
Festival berlangsung dengan menampilkan anak-anak berbakat yang telah berlatih dan mendalami seni wayang golek. Mereka menunjukkan kebolehannya dalam memainkan karakter-karakter wayang, menirukan suara dan intonasi dalang senior, serta menyampaikan cerita dengan penuh penghayatan.
Tampak hadir dalam acara itu sejumlah jajaran Dinas Disparbud didampingi Ketua PEPADI Jawa-Barat Dalang H.Darsa Wibiksana serta para pengurus PEPADI Kabupaten Karawang .
Ketua Persatuan Padalangan Indonesia (PEPADI) Karawang, H. Waya Karmila, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Karawang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan seni tradisional serta memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakatnya.
“Kami berharap, melalui festival ini, akan muncul dalang-dalang muda yang mampu meneruskan tradisi wayang golek dan membawa kesenian ini ke-tingkat yang lebih tinggi,” ujar H. Waya.
Festival ini juga menjadi ajang seleksi bagi para dalang anak di Karawang untuk mengirimkan perwakilan ke-festival dalang anak nasional yang akan digelar di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah pada 2-5 November 2025 mendatang.
Dari 16 peserta dalang anak, 8 anak yang lulus audisi mengikuti festival ini, dan yang menjadi juara akan mewakili Jawa Barat.
H. Waya Karmila menjelaskan bahwa Karawang ditunjuk untuk mewakili Jawa Barat karena memiliki jumlah dalang yang lebih banyak. Dengan adanya festival wayang golek anak ini, diharapkan Karawang dapat menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan seni wayang golek.
“Kami ingin Karawang dikenal sebagai daerah yang peduli terhadap seni tradisional dan mampu menghasilkan generasi penerus pedalangan yang berkualitas,” pungkasnya.
Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Karawang, khususnya para pecinta seni wayang golek. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk menjaga kelestarian seni tradisional yang adi luhung dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berkreasi dan mengembangkan bakatnya. (Oen)
Laporan: Oen
Editor: Eko TW
Penulis : Oen
Editor : Eko TW








