Beban Gangguan Jiwa di Usia Produktif Meningkat, Faktor Ekonomi dan Pinjol Jadi Pemicu Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aiptu (Purn.) H. Ipda Purnomo, pendiri Yayasan Berkah Bersinar Abadi, saat menjadi narasumber dialog interaktif di Radio Suara Surabaya, membahas meningkatnya kasus gangguan jiwa di usia produktif akibat tekanan ekonomi dan pinjaman online.

Aiptu (Purn.) H. Ipda Purnomo, pendiri Yayasan Berkah Bersinar Abadi, saat menjadi narasumber dialog interaktif di Radio Suara Surabaya, membahas meningkatnya kasus gangguan jiwa di usia produktif akibat tekanan ekonomi dan pinjaman online.

Surabaya, MON — Dalam dialog interaktif di Radio Suara Surabaya, Rabu (29/1/2026), Aiptu (Purn.) H. Ipda Purnomo, anggota Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Lamongan, mengungkapkan trend mengkhawatirkan: peningkatan signifikan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari kalangan usia produktif. Pendiri Yayasan Berkah Bersinar Abadi ini menyebut faktor ekonomi dan dampak pinjaman online (pinjol) sebagai pemicu utama, Rabu (28/1/2026).

Purnomo, yang dikenal sebagai “polisi baik” berkat dedikasinya merawat ODGJ, menyatakan yayasannya saat ini merawat hampir 400 orang. Angka ini meningkat dari sekitar 280 orang pada satu setengah tahun lalu. Sepanjang perjalanan yayasannya, ia telah memulangkan lebih dari 7.000 orang yang pernah dirawat.

“Yang paling banyak ini malah usia produktif,” ujar Purnomo. Menurutnya, gangguan pada lansia sering sekadar pikun, sedangkan pada usia produktif lebih banyak terkait tekanan mental.

Faktor Ekonomi dan ‘Masalah Cinta’ sebagai Pemicu

Purnomo menguraikan dua penyebab terbesar ODGJ saat ini. “Yang paling banyak pertama itu faktor ekonomi, dan yang kedua masalah cinta,” jelasnya. Masalah cinta yang dimaksud bukan percintaan biasa, melainkan dampak dari perceraian dan perselingkuhan yang berujung depresi.

Ia mencontohkan kasus terbaru seorang PNS yang depresi berat setelah terjerat pinjol. “Karena kebutuhan ekonomi, akhirnya melakukan pinjaman online, ditekan, malu, lalu terjadi perselingkuhan, kirim-kiriman foto. Diancam akan disebar, akhirnya depresi,” ceritanya.

Baca Juga :  Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jatim

Dampak Kecanggihan Teknologi dan Pinjol

Purnomo menegaskan bahwa “kecanggihan zaman” turut berkontribusi. Maraknya pinjol dan *love scam* menyebabkan banyak korban hidup dalam kecemasan terus-menerus, yang merupakan fase awal depresi.
“Dengan data itu saja, orang yang melakukan pinjol akan was-was. Mereka diancam, takut data atau foto mesumnya disebar. Itu sudah tahap depresi awal,” tegasnya. Ia mendesak publik untuk menjauhi pinjol.

Tantangan Perawatan dan Masalah Pasung

Purnomo mengkritisi sistem perawatan ODGJ saat ini. Menurutnya, perawatan via BPJS di rumah sakit seringkali terbatas durasinya (maksimal 21 hari), padahal ODGJ butuh terapi obat berkelanjutan, bahkan seumur hidup. Keluarga juga kerap tidak maksimal mendampingi.
Ia juga menyoroti masih maraknya praktik pasung. “Masih hari ini. Nanti saya menjemput pasien dari Ponorogo, dipasung 40 tahun,” ungkapnya. Korban yang berusia 60 tahun itu telah dipasung sejak usia 30 tahun karena dianggap membahayakan.

Strategi Pendekatan dan Peran Keluarga

Ditanya soal strategi menghadapi ODGJ yang agresif, Purnomo menekankan pendekatan humanis dan tidak takut untuk menegur. “Mereka memiliki memori masa kecil dan cenderung takut pada aparat. Tapi pertama-tama, saya tawari makan dan minum. Kalau mau disuapi, biasanya aman,” paparnya.
Ia menekankan kunci pemulihan ada pada dukungan keluarga. “Orang gangguan jiwa itu perlu obat, yang paling penting perhatian dari keluarga. Begitu dipulangkan, jika keluarga tidak ikut komunikasi, bisa kambuh lagi, bahkan lebih parah.”

Baca Juga :  Sorotan Biaya Operasional Gubernur Jatim: Kontroversi Insentif Miliaran dari Pajak Kendaraan

Pesan untuk Publik

Merespons pernyataan Menteri Kesehatan mengenai 28 juta orang Indonesia yang mengalami gangguan jiwa, Purnomo menyatakan hal itu masuk akal. Ia mengingatkan bahwa gangguan jiwa bisa menimpa siapa saja. “Kita semua juga termasuk, tapi bisa mengendalikan emosi. ODGJ mengikuti halusinasinya,” ujarnya.
Purnomo, yang akan genap satu dekade berkecimpung dalam perawatan ODGJ pada Maret mendatang, mengaku tidak pernah berniat menyerah. “Semua orang ditakdirkan Allah untuk menolong. Mudah-mudahan sisa hidup saya bisa bermanfaat,” katanya.
Ia berpesan agar masyarakat mengubah pandangan terhadap ODGJ. “Mereka bukan orang lemah, tapi sedang berjuang.”

Tentang Pak Purnomo:
H. Ipda Purnomo adalah anggota Satbinmas Polres Lamongan yang mendirikan Yayasan Berkah Bersinar Abadi untuk merawat ODGJ, gelandangan, dan lansia. Atas dedikasinya, ia mendapat nominasi Hugeng Award 2023. Figur ini sering dianggap sebagai “pawang ODGJ” berhasil menangani ratusan kasus dengan pendekatan unik. (*)

Penulis : Firnas Muttaqin

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel mediaonlinenasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sehat Keuangan, Bisnis Menjulang: Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation Sasar 40.000 Pengusaha Perempuan
Kasus Gangguan Jiwa di Indonesia Bak Fenomena Gunung Es, Ahli Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Affiliate Marketing: Revolusi Bisnis Modal Mini yang Sedang Viral, Benarkah Semudah Itu?
Sorotan Biaya Operasional Gubernur Jatim: Kontroversi Insentif Miliaran dari Pajak Kendaraan
Silpa Rp 4,6 Triliun dan Deposito Rp 2,6 Triliun Disorot: Pengelolaan APBD Jatim Dicurigai “Tersandera” Bunga Bank
Kontras Pembangunan Jatim: Data Gini Turun, Infrastruktur Daerah Merana
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jatim
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:46 WIB

Sehat Keuangan, Bisnis Menjulang: Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation Sasar 40.000 Pengusaha Perempuan

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:10 WIB

Kasus Gangguan Jiwa di Indonesia Bak Fenomena Gunung Es, Ahli Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:00 WIB

Beban Gangguan Jiwa di Usia Produktif Meningkat, Faktor Ekonomi dan Pinjol Jadi Pemicu Utama

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:50 WIB

Affiliate Marketing: Revolusi Bisnis Modal Mini yang Sedang Viral, Benarkah Semudah Itu?

Selasa, 28 Oktober 2025 - 20:10 WIB

Sorotan Biaya Operasional Gubernur Jatim: Kontroversi Insentif Miliaran dari Pajak Kendaraan

Berita Terbaru