PASURUAN, MON — Memperingati hari jadi Kota Pasuruan yang ke-340, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan melakukan terobosan inovatif dengan mengoptimalkan program MTK Space (Muda Tumbuh Kreatif Space). Sebagai langkah peningkatan aktivasi ruang kreatif tersebut, Dinsos menggelar workshop bertajuk “Meningkatkan Bisnismu dengan Konten yang Dibuat Online AI (AI Power Marketing)”, Selasa (27/1/206).
Acara yang berlangsung di ruang MTK Space Kantor Dinsos ini dihadiri oleh para pelaku usaha muda, pegiat kreatif, dan organisasi Karang Taruna. Workshop ini bertujuan membekali generasi muda Pasuruan dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan strategi pemasaran digital.
“Create the Next”: Wadah Baru Inovasi Pemuda
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Koko Ari Hidayat, S.E., S.Sos., M.M., memperkenalkan tagline MTK Space, yakni “Create the Next”. Tagline ini mencerminkan visi agar pemuda Pasuruan mampu menciptakan inovasi-inovasi selanjutnya di bidang teknologi, seni, dan bisnis kreatif.
“MTK Space adalah persembahan kami untuk masyarakat, khususnya pemuda. Kami ingin ruang ini menjadi pusat kolaborasi lintas bidang, mulai dari teknologi hingga inovasi sosial,” ujar Koko. Ia menekankan bahwa meskipun ruangan saat ini masih terbatas, semangat untuk menjadikan Pasuruan sebagai “Kota Layak Pemuda” terus dipacu melalui penyediaan fasilitas dan pelatihan berkelanjutan.
AI sebagai Keniscayaan, Sosial sebagai Identitas
Mengenai tema workshop, Koko menyatakan bahwa teknologi AI adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, AI sangat efektif untuk memangkas birokrasi administrasi dan mempercepat proses kreatif marketing, seperti pembuatan konten visual dan teks.
Namun, Koko memberikan catatan penting terkait batasan teknologi. “Peran manusia yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah sisi sosial dan empati. AI mungkin bisa mencarikan solusi teknis, tapi masalah sosial membutuhkan sentuhan manusia,” tegasnya. Ia juga mendorong staf Dinsos dan masyarakat untuk menggunakan AI guna meningkatkan produktivitas tanpa harus kehilangan jati diri sebagai makhluk sosial.
Transformasi Bansos Menuju Pemberdayaan
Koko Ari Hidayat juga memaparkan visi besar Dinsos Pasuruan tahun 2026 sebagai “Tahun Pemberdayaan”. Salah satu fokus utamanya adalah mengubah pola pikir bantuan sosial (bansos) bagi usia produktif.
“Anak muda yang produktif semestinya tidak menerima bantuan sosial reguler. Kami ingin mengalihkan dukungan tersebut dalam bentuk bantuan pemberdayaan usaha agar mereka bisa mandiri,” jelasnya.
Selain itu, Dinsos juga membagikan progres pembangunan signifikan lainnya:
Sekolah Rakyat Pulau Rangkoro: Pembangunan lahan seluas 7,3 hektare yang diproyeksikan mampu menampung 1.080 siswa dari keluarga prasejahtera.
Ruang Harapan Anak Hebat: Fasilitas terapi khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas berat (Cerebral Palsy, Down Syndrome, dll).
Rumah Hebat Disabilitas: Wadah produksi bagi penyandang disabilitas (seperti produksi keset oleh tuna netra) yang kini mulai kebanjiran pesanan.
Workshop AI ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya produk-produk kreatif dari MTK Space yang nantinya akan dipamerkan pada akhir tahun dalam ajang pameran produk pemuda. Dengan semangat kemandirian, Dinsos Pasuruan optimis angka pengangguran terbuka dapat ditekan melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna. (*)
Penulis : Firnas Muttaqin
Editor : Redaksi








